BERITACIANJUR.COM – Bupati Cianjur, Herman Suherman mengajak semua pihak untuk kompak dalam melalukan pembinaan pada siswa, agar dapat mencegah aksi tawuran yang kerap terjadi dan memakan korban.
“Orang tua pun harus diberitahu oleh guru, sehingga terbangun komunikasi untuk bersama-sama mendidik karakter anak atau siswa,” ujar Herman kepada beritacianjur.com, Sabtu (22/6/2024).
Menurutnya, aksi tawuran antara siswa SMK 1 Cilaku dengan SMK AMS, pada Kamis (13/6/2024) cukup memprihatinkan karena mengakibatkan salah satu pelajar meninggal dunia.
Karena hal itu, Pemkab Cianjur akan terus melakukan upaya untuk mencegah terjadinya aksi tawuran antar-pelajar. Salah satunya dengan langsung turun tangan untuk memberikan sosialisasi kepada para siswa khususnya di tingkat SMA/SMK.
“Saya sangat prihatin atas kejadian tersebut hingga mengakibatkan seorang siswa tewas saat terlibat dalam aksi tawuran. Maka dari itu kami Pemkab akan terus berupaya mencegah hal itu” ungkapnya.
“Kalau untuk siswa di SMP kami sudah melakukan seperti itu, tapi kalau di SMA kan bukan wewenang kami, melainkan langsung dari Pemerintah Provinsi. Namun, kami ke depannya akan langsung masuk ke SMA, karena mau bagaimana pun mereka masih anak-anak kami,” tambahnya.
Ia menambahkan, bahwa dalam kasus terjadinya aksi tawuran antar-siswa tersebut, bukan akibat keterledoran pihak sekolah. Hal itu tentunya merupakan tugas semua pihak khususnya orang tua dan guru.
“Saya tegaskan, peristiwa tersebut bukan karena pihak sekolah yang terledor, melainkan orang tua dan guru harus nyambung membangun komunikasi untuk membina para siswa,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, tawuran antar-pelajar terjadi di Kampung Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Kamis (13/6/2024) sekitar pukul 21.30 Wib.
Akibat kejadian tersebut, satu orang tewas dan satu korban lainnya alami luka bacok di bagian tangan. Sementara itu, 5 orang berhasil diamankan dan 7 lagi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Namun, belum lama ini dua orang tersangka sudah menyerahkan diri ke kantor polisi yang didampingi orang tuanya masing-masing. Kini, tersisa 5 orang yang masih dalam pencarian.(gil/gap)





