Cuaca Ekstrem, Cianjur Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 30 April 2026

BERITACIANJUR.COM – Menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan bencana lainnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi.

Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, mengatakan status siaga darurat ditetapkan hingga 30 April 2026. Langkah tersebut diambil berdasarkan kondisi cuaca ekstrem yang kini tengah melanda wilayah Cianjur.

“Iya kami resmi menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi mulai beberapa bulan ke depan, hal ini kami ambil sebagai langkah antisipasi potensi bencana, mengingat kondisi cuaca ekstrem juga kerap terjadi,” ujar Iwan saat dihubungi beritacianjur.com, Selasa (27/1/2026).

Terlebih beberapa waktu lalu angin kencang telah melanda 11 kecamatan sebanyak 18 kali kejadian dan menyebabkan banyak kerusakan.

“Baru-baru ini sudah terjadi angin kencang karena cuaca ekstrem yang menyebabkan belasan rumah rusak. Maka kami mengambil langkah status siaga darurat ini,” ungkapnya.

Iwan menuturkan, sebanyak 380 relawan tangguh bencana (Retana) disiagakan di sejumlah titik wilayah Cianjur, sebagai langkah untuk mengantisipasi dan penanganan bencana.

“Saat ini kami sudah menyebar ratusan retana untuk bersiaga dalam penanganan bencana di sejumlah titik,” tuturnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap harus meningkatkan kewaspadaan dalam mengahadapi cuaca ekstrem yang kemungkinan terjadi beberapa bulan ke depan.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak panik namun harus tingkatkan kewaspadaan, dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrem yang kini kerap melanda Cianjur,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menerangkan saat ini Cianjur tengah dihadapi oleh kondisi perubahan cuaca yang tidak menentu, yang diisebut juga sebagai cuaca esktrem.

Menurutnya, kondisi cuaca esktrem seperti itu dapat membawa bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Sebab itu, pihaknya mengingatkan masyarakat untuk wajib mengambil langkah siaga.

“Untuk menghadapi cuaca esktrem, kita tidak perlu panik dan takut berlebihan, tapi kita wajib waspada dan bersiap,” ucapnya.

Asep mengingatkan masyarakat untuk mengambil tiga langkah nyata untuk menghadapi cuaca esktrem. Antara lain kenali lingkungan sekitar (literasi bencana). Jika hujan turun lebih dari dua jam tanpa henti, dan jarak pandang mulai waspada, mulailah waspada.

“Perhatikan saluran air di depan rumah, pastikan tidak ada sampah yang menyumbat. Air yang lancar adalah kunci keselamatan kita dari genangan,” terangnya.

Kemudian, lanjut dia, siapkan ‘harta paling berharga’ atau menyiapkan satu tas kecil yang mudah dibawa yang biasa disebut juga sebagai tas siaga bencana.

“Isi dengan surat-surat penting, seperti ijazah, sertifikat, karut keluarga (KK), obat-obatan keluarga, pakaian ganti secukupnya, dan lampu senter. Letakkan di trmpat yang mudah dijangkau jika sewaktu-waktu kita harus mengungsi,” paparnya.

Untuk langkah terakhir, menurut dia, yaitu matikan listrik dan cabut gas jika air mulai masuk ke dalam rumah, ketika terjadi hujan deras. “Air adalah penghantar listrik yang berbahaya, pastikan tangan dalam keadaan kering saat menyentuh sakelar,” bebernya.

Asep juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita hoaks dengan selalu memantau informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) atau BPBD setempat. “Mari kita jaga diri, jaga keluarga, dan jaga lingkungan kita,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *