Data Wilayah Terdampak Banjir di Cianjur, 4 Kecamatan, 15 Desa, 203 Rumah Terendam dan 1 Jembatan Putus

BERITACIANJUR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur terus memonitor secara intensif kondisi banjir di setiap wilayah Cianjur.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya menyebutkan, 4 kecamatan terdampak banjir, antara lain Cianjur, Karangtengah, Mande dan Sukaluyu. Menurutnya, Kecamatan Karangtengah menjadi yang terparah.

“Iya Kecamatan Karangtengah terparah. Dari 15 desa yang terdampak banjir, 12 desa dari Karangtengah,“ ujarnya, Minggu (27/4/2025).

Berdasarkan data sementara, sambung dia, pasca-banjir yang terjadi pada Sabtu (27/4/2025) malam, tercatat sebanyak 203 rumah terendam banjir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92 rumah terendam banjir setinggi 1 meter, sedangkan sisanya terdampak ringan karena hanya terendam dengan ketinggian di bawah 20 cm.

“Minggu pagi banjir sudah benar-benar surut. Petugas langsung diterjunkan membantu warga membersihkan rumah dan lingkungan. Untuk membersihkan lumpur dan material barang-barang yang hanyut, alat berat juga diturunkan,“ pungkasnya.

Tak hanya rumah beserta barang-barang warga, sebelumnya diinformasikan, dampak banjir juga sempat menyebabkan Jalan Raya Bandung terendam sehingga membuat arus lalu lintas macet parah dan ratusan kendaraan mogok. Bahkan di Perumahan Puri Permata Residence, Desa Hegarmanah, Karangtengah, Cianjur, satu unit mobil hanyut ke sawah.

Selain itu, Jembatan Ciembe di Desa Sukamulya, Kecamatan Karangtengah, Cianjur juga putus. Jembatan tersebut penghubung Kampung Nangewer dengan Kampung Marti Babakan yang merupakan akses menuju Jalan Raya Bandung.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *