Disarpusda Cianjur Gencar Budayakan Ekosistem Literasi Sekolah

BERITACIANJUR – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpusda) Cianjur gencar menumbuhkembangkan budi pekerti siswa melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah.

Kepala Bidang (Kabid) Perpustakaan Disarpusda Kabupaten Cianjur, Muhamad Rohman mengatakan, pembudayaan literasi tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan-kegiatan pekan literasi sekolah.

“Pekan literasi ini dilakukan agar siswa menjadi pembelajar sepanjang hayat. Para siswa juga akan mendapatkan banyak wawasan,“ ujarnya belum lama ini.

Salah satu contoh kegiatan yang dimaksud, Disapurda Cianjur pernah menggelar Pekan Literasi Daerah lewat lomba mewarnai dan bazar buku bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Campaka Senin (15/7/2024) lalu.

Selain pembudayaan literasi sekolah, sambung Rohman, lomba mewarnai yang digelar Disarpusda Cianjur ini ditujukan agar siswa PAUD mengetahui bahwa 12 Juli 2024 merupakan Hari Jadi Cianjur (HJC) ke-347.

“Nah misi kami dari kegiatan lomba mewarnai adalah menyampaikan itu bahwa HJC ke-347 di 12 Juli 2024, itu yang pertama,” ungkapnya.

Kata dia, selanjutnya, Disarpusda ingin menyampaikan pesan-pesan kepada siswa PAUD dan SD bahwa dengan kegiatan lomba mewarnai dan gemar membaca ini akan mendapatkan banyak wawasan.

Ketika mereka menjadi lebih pintar, akan bisa menciptakan uang, lalu menjadi orang kaya dan sejahtera.

“Salah satu strategi yang kami laksanakan adalah merangsang mereka, menstimulan mereka dengan melalui lomba mewarnai. Karena tema kita di HJC ke-347 adalah ‘Tanggoh Pangan Nagri Walagri’, sehingga kami dalam menggambar pun mengenalkan jenis-jenis buah-buahan yang bergizi, sehat, seimbang dan aman untuk di konsumsi,” imbuhnya.

Sehingga, lebih lanjut dia, anak-anak yang mengikuti perlombaan ada yang mewarnai buah pisang. Anak-anak bisa membedakan warna buah yang sesungguhnya.

“Jadi banyak tahu dia. Peserta yang disertakan ini dari PAUD, sebetulnya kami batasi 50 orang, tapi tadi peserta banyak hampir ada 75 orang. Sangat antusias. Dari SD saya batasi 25 orang, ternyata peserta ada 50 orang,” ungkap dia.

“Kita kan membuat ceria anak. Nah anak kita beri bingkisan siapapun pesertanya, juara atau tidak diberi bingkisan,” tambahnya.

Ia menuturkan, untuk juara satu para peserta akan diberi tropi, kemudian untuk bekal prestasi juga diberi piagam, dan ada uang pembinaan. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diadakan bazar buku.

“Jadi kami menggandeng salah satu pengusaha buku untuk menyelenggarakan bazar,” tutup dia.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *