Dorong Perekonomian Pascagempa Cianjur, PLN Dukung Budidaya Jamur Tiram Warga Desa Cibulakan Cugenang

BERITACIANJUR.COM – Pascagempa berkekuatan magnitudo 5,6 SR yang melanda Cianjur pada 21 November 2022 silam, warga Kampung Garogol RT 5/RW 3, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang bangkit membangun kembali perekonomian desa mereka yang terdampak gempa, salah satunya melalui usaha budidaya jamur tiram.

Pada periode triwulan dua tahun ini, PLN hadir melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) mendukung usaha budidaya jamur tiram yang dikelola oleh Yayasan Nusantara Barkah Annahdiyyah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ketua Yayasan Nusantara Barkah Annahdiyyah, Ujang Sahid mengucapkan terima kasih pada PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat karena dengan adanya bantuan tersebut warga Kampung Garogol dapat mengembangkan dan memulihkan usaha budidaya jamur tiram yang sebelumnya terkena dampak gempa.

Akibat gempa, lanjut Ujang, usaha budidaya jamur berhenti beroperasi dan mengalami kerugian sekitar Rp150 juta. Kegiatan budidaya pun terhenti karena para karyawan menjadi korban gempa.

Menurutnya, bantuan dari program TJSL PLN digunakan oleh yayasan untuk memperbaiki bangunan tempat budidaya jamur tiram yang terdampak gempa serta melengkapi peralatan seperti mesin press, oven, kompor gas beserta tabungnya, dan mesin steamer baglog masing-masing sebanyak dua unit.

“Mesin steamer baglog jamur ini sangat kami perlukan untuk mengukus baglog jamur tiram putih agar steril sebelum nantinya siap untuk digunakan sebagai media penanaman jamur. Cara kerjanya dengan memanaskan dan mempertahankan uap panas sehingga bisa mematikan bakteri atau jamur yang ada pada media baglog,” terang Ujang.

Ujang menambahkan, jamur tiram asal Desa Cibulakan ini dipasarkan ke wilayah Ibukota.

“Saat ini omzet per hari mencapai kurang lebih 150 kilogram jamur dengan kisaran omzet per harinya dua juta rupiah,” jelasnya.

Baca Juga  Harga Gula Pasir di Cianjur Naik, Stok di Sejumlah Minimarket Langka

“Selain itu, dengan adanya bantuan TJSL ini, produksi jamur tiram menjadi meningkat, dan kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar yang sebelumnya juga terdampak gempa Cianjur,” tambahnya

Sementara itu, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cianjur, Agus Tasya menyampaikan, PLN mendukung pemulihan pascagempa baik dalam sektor kelistrikan maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program TJSL ini kami harapkan dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat. Semoga usaha budidaya jamur ini dapat terus berkembang,” ujar Agus.

Pada kesempatan berbeda, General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Susiana Mutia menyampaikan program TJSL menunjukkan kehadiran PLN di tengah-tengah masyarakat dan bentuk implementasi PLN terkait aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).(gap/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *