Dua SD Rusak di Agrabinta akan Dibangun Pemkab Cianjur Tahun Ini

BERITACIANJUR.COM – Setelah viral, dua sekolah yakni SDN Budisetra dan Ciawitali yang rusak dan ambruk di Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta akan dibangun Pemkab Cianjur.

Screenshot 20240516 170029 Video Player
Kondisi bangunan ruang kelas SDN Budisetra rusak hingga nyaris ambruk

Bupati Cianjur, Herman Suherman memastikan dua bangunan SD tersebut akan diperbaiki tahun ini dan sudah dimasukan dalam anggaran Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Tahun 2024.

“Sudah dianggarkan tahun ini, segera ditenderkan pembangunannya,” ujar Herman, Kamis (16/5/2024)

Herman menyebut, sekolah yang dibangun ialah untuk SDN Budisetra dengan total ruangan kelas yang dibangun ialah sekitar dua ruang kelas.

“Untuk tahun ini yang dibangun SDN Budisetra. Minimal 2 ruang kelas. Kalau memungkinkan akan ditambah lagi jadi seluruhnya diperbaiki atau kalau memang diperlukan akan dibangun ulang,” terangnya.

Khusus untuk SDN Ciawitali, lanjutnya, akan menyatukan sekolah tersebut dengan SDN Budisetra.

“Kalau Ciawitali sudah disepakati akan di-merger atau digabung. Jadi nanti dijadikan satu sekolah yakni SDN Budisetra. Karena jumlah siswanya sedikit, jadi digabung,” ungkapnya.

Terkait jarak dan kondisi jalan yang ekstrem, Pemkab Cianjur juga akan segera memindahkan pemukiman warga dan memperbaiki akses jalan di wilayah tersebut.

“Wilayah Ciawitali itu rawan bencana, jadi segera akan direlokasi. Untuk warga yang terkendala kondisi jalan, kita akan perbaiki. Jadi setelah sekolah dimerger tidak jadi masalah,” urainya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa SD di Desa Bojongkaso, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur terpaksa belajar di bawah tenda terpal, karena bangunan kelas rusak dan ambruk.

Sekolah tempat para siswa itu belajar yakni SDN Ciawitali dan SDN Budisetra yang berada di pelosok Cianjur, yakni sekitar 158 kilometer dari pusat kota Cianjur dengan waktu tempuh sekitar 8 jam perjalanan.

Para siswa pun harus menempuh jalan terjal dan ekstrem untuk bisa mencapai sekolah dengan cara berjalan kaki.

Baca Juga  DPO Begal Berhasil Ditangkap di Sukaluyu, Polisi Tembak Kakinya saat Berusaha Kabur dan Melawan

Namun demikian, semangat para siswa untuk bersekolah sangat tinggi. Sehingga kondisi tersebut tak menyurutkan niat mereka untuk terus belajar di sekolah.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *