BERITACIANJUR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mengimbau masyarakat mewaspadai paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, menyampaikan berdasarkan pantauan pihaknya hingga Minggu (6/92026) siang, abu vulkanik sudah sampai wilayah Cianjur utara yakni kawasan Puncak hingga perkotaan Cianjur.
“Wilayah yang terdampak di Cianjur utara hingga perkotaan Cianjur. Kami sudah terjunkan tim untuk mengecek apakah wilayah selatan juga terdampak atau tidak,” ujarnya, Minggu (6/9/2026).
Menanggapi hal itu, ia mengimbau agar masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan. Jika harus bepergian, sambung dia, warga disarankan menggunakan masker.
“Kami imbau agar masyarakat berdiam diri di rumah. Kalau harus beraktivitas di luar, gunakan masker untuk mencegah debu masun ke saluran pernapasan
Seperti diketahui, Gunung Anak Krakatau yang berada di Lampung Selatan meletus atau mengalami erupsi. Aktivitas vulkaniknya berlangsung sejak Jumat (4/9/2026). Sebaran abu menyebar ke berbagai wilayan di Indonesia, teemasuk Cianjur.
Sebaran abu yang sampai Cianjur itu dibenarkan salah seorang warga Cipanas, Muhammad Yusuf (23). Awalnya ia mengira debu yang mengotori lingkungan di sekitarnya hanya debu yang berasal dari jalanan.
“Sebaran abu vulkanik ke Cipanas ini terjadi dari Sabtu (5/6/2026) dan sampai sekarang masih turun,” ungkapnya.
Selain menyebabkan lingkungan menjadi kotor, sambung dia, abu vulkanik juga membuat mata terasa perih.
“Abunya cukup mengganggu, terutama mata terasa perih dan lingkungan jadi kotor. Di kendaraan juga abunya menempel. Kalau di rumah, paling dibersihkan saja debu yang masuk,” pungkasnya.(zal)








