BERITACIANJUR.COM – Dalam upaya mendukung pelestarian lingkungan dan menciptakan ruang publik yang sehat dan spiritual, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Suryakancana (Unsur) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur melaksanakan berbagai program pengabdian di Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong.
Salah satu fokus utamanya adalah kegiatan penghijauan dan revitalisasi ruang terbuka hijau di titik-titik strategis desa.
Kepala Desa Sukaratu, Ojang Muplihudin pun menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang telah memfasilitasi kegiatan penanaman bibit pohon di sejumlah wilayah rawan longsor dan polusi, seperti Kampung Cibeleung, Jamudipa, dan Cikujang.
“Saya sangat berterima kasih dan mendukung penuh kegiatan KKN Unsur bersama DLH ini. Sebab penghijauan itu sangat penting, ibarat jantung dunia. Melalui program ini, semoga Sukaratu bisa lebih hijau dan sehat,” ujar OJang, Kamis (7/8/2025).
Program KKN ini, lanjutnya, bukan hanya menekankan aspek lingkungan, tetapi juga spiritualitas dan keterlibatan sosial. Salah satu program kerja yang diusung adalah Sarana Ibadah Jeung Alam Babarengan (Sajaba) yaitu kegiatan yang menggabungkan pembangunan dan perawatan fasilitas ibadah seperti mushola dengan pelestarian alam di sekitarnya, melalui penghijauan dan pembersihan lingkungan secara gotong royong.
“Program Sajaba sangat relevan karena memadukan nilai keagamaan dengan kesadaran lingkungan. Ini menjadi simbol bahwa merawat alam juga bagian dari ibadah,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, warga dan tokoh masyarakat, termasuk para Ketua RT/RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, turut mendukung kegiatan ini. Pasalnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan, terutama dalam pengelolaan sampah dan pembangunan lingkungan yang sehat.
“Kami dari pemerintahan desa siap mendukung penuh dan mahasiswa KKN menjadi pemantik semangat warga. Kehadiran mereka membawa semangat baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menuturkan, kegiatan pelestarian lingkungan telah berjalan di Desa Sukaratu selama lima tahun terakhir, khususnya pengelolaan sampah. Namun, keterlibatan mahasiswa KKN tahun ini dinilai sebagai salah satu yang paling efektif dalam membangkitkan semangat kolektif warga.
Sebab, sambung Ojang, tidak hanya penghijauan dan Sajaba, program KKN Unsur juga mencakup pembentukan tim penggerak ruang terbuka hijau, pengembangan Taman Baca Masyarakat (TBM) dan sistem perawatan berkelanjutan berbasis partisipasi warga.
“Kami berharap program ini tidak berhenti saat masa KKN selesai. Edukasi dan pendampingan tetap kami butuhkan agar manfaatnya bisa berkelanjutan. InsyaAllah kami akan melanjutkan program-program ini karena sangat penting bagi warga,” paparnya.
“Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Desa Sukaratu menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan bisa dimulai dari sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah,” tandasnya.(Mahasiswa KKN Unsur Cianjur/gap)










