BERITACIANJUR.COM – Virus HIV/AIDS semakin mengancam kalangan remaja di Cianjur. Pada 2025 lalu, sebanyak 19 anak usia remaja rentang usia 15 hingga 19 tahun dilaporkan terinfeksi HIV/AIDS.
“Iya benar, angka kasus HIV/AIDS mengkhawatirkan. Bukan hanya dialami orang dewasa, namun sudah masuk ke kalangan remaja,” ungkap Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Cianjur, Taofiq M, belum lama ini.
Menanggapi hal itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur bakal meningkatkan upaya penanggulangan HIV/AIDS di Cianjur.
“Selain meningkatkan layanan kesehatan, Pemkab Cianjur juga berkomitmen untuk memperluas langkah pencegahan di lingkungan sekolah dan wilayah lainnya yang dianggap rawan, ujarnya
Menurutnya, upaya yang dilakukan KPA mempresentasikan pekerjaan yang saat ini dilakukan Pemkab Cianjur.
“Kami dari pemerintah daerah menyerap berbagai harapan dari KPA dan akan mendorong seluruh dinas serta instansi agar penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur bisa dilakukan secara komprehensif,” tegasnya.
Tak hanya difokuskan pada penanganan pasien yang telah terinfeksi, namun Wahyu menyebutkan, langkah yang dilakukan juga untuk memperkuat pencegahan.
“Misalnya untuk layanan kesehatan, akses terapi antiretroviral (ARV) kini diperluas yang sebelumnya hanya tersedia di rumah sakit, tapi juga bisa dijangkau di puskesmas.
Guna meningkatkan upaya itu, Wahyu mengaku sudah berkomunikasi dengan BPJS Kesehatan sehingga layanan yang diberikan bisa diakses dan diklaim oleh peserta BPJS.
“Langkah lainnya menggencarkan edukasi melalui Dinas Pendidikan, DPPKBP3A, Dinas Kesehatan dan instansi terkait lainnya. Kami akan lakukan sosialisasi pencegahan di sekolah serta lingkungan lainnya yang dianggap rawan. Dengan begitu, masyarakat akan memiliki pemahanan yang lebih baik terkait pencegahan HIV/AIDS,” bebernya.
Senada dengan Wahyu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Ruhli Solehudin, menyebutkan bakal berkolaborasi dengan KPA untuk menggencarkan edukasi kepada pelajar SD dan SMP.
“Edukasi mengenai HIV/AIDS serta upaya pencegahannya akan digencarkan. Kami akan berkolaborasi juga dengan seluruh sekolah, khususnya guru bimbingan dan konseling (BK),” pungkasnya.(gil)







