BERITACIANJUR.COM – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur, namun status siaga darurat kekeringan hingga saat ini belum dicabut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari BPBD Provinsi Jawa Barat terkait perubahan status tersebut.
“Untuk SK Siaga Darurat Kekeringan belum dicabut karena belum berakhir. Kami masih menunggu arahan dari BPBD Provinsi Jawa Barat,” ujar Samudra kepada beritacianjur.com, Jumat (29/9/2026).
Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima BPBD, status siaga darurat kekeringan berlaku sampai September sesuai SK Gubernur Jawa Barat dan SK Bupati Cianjur.
Namun, lanjutnya, memasuki September sejumlah wilayah Cianjur sudah beberapa hari diguyur hujan. Kondisi itu membuat BPBD mulai mengantisipasi perubahan musim dari kemarau menuju musim hujan. “Untuk perubahan musim ini, kita sudah mulai menginformasikan kepada masyarakat,” katanya.
Samudra mengatakan, berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam rapat koordinasi, terdapat perlambatan masuknya musim hujan di beberapa wilayah Indonesia.
“Yang harusnya awal Oktober atau akhir September sudah musim hujan, tapi di beberapa wilayah terjadi perlambatan,” jelasnya.
Ia berharap Cianjur segera memasuki musim hujan dengan kondisi cuaca yang baik sehingga tidak menimbulkan bencana.
“Kita berharap Cianjur bisa lebih cepat memasuki musim hujan, dan iklimnya membawa hujan yang baik tanpa bencana,” tuturnya.
Di sisi lain, sambung dia, BPBD mulai mengingatkan masyarakat untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca, termasuk memperhatikan kondisi rumah yang berpotensi mengalami kebocoran saat hujan.
“Masyarakat juga diimbau memperbaiki rumahnya. Kalau musim hujan banyak yang bocor, jadi sudah mulai mengecek secara mandiri,” pungkasnya.(zal)







