BERITACIANJUR.COM – AK (26), pemuda asal Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya setelah mengetahui fakta bahwa wanita yang ia nikahi adalah seorang lelaki tulen.
Betapa tidak, setelah menjalin kedekatan selama satu tahun lamanya hingga ia nikahi secara siri, AK tidak pernah menaruh curiga sedikitpun terhadap diri seorang Adinda Khanza alias ESH.

Penyamaran ESH sebagai wanita pun begitu rapih di depan AK dan keluarganya. Ia dengan pandai menyembunyikan fakta kelelakiannya di balik pakaian syari, busa dada, dan cadar yang kerap ia gunakan.
Hal itu diduga dilakukan agar Adinda terlihat layaknya seperti seorang wanita yang alim.
Setelah menikah, ESH nyatanya selalu menolak ajakan AK untuk berhubungan badan. Ditambah, ia juga kurang bersosialisasi dengan keluarga AK maupun dengan warga sekitar.
Kanit Reskrim Polsek Naringgul, Bripka Ridwan Taupik menuturkan, jika dilihat sepintas, ESH memang seperti seorang perempuan. Setiap keluar rumah, ia selalu mengenakan pakaian gamis perempuan.
“Apalagi kalau sudah memakai makeup memang seperti perempuan. Terlihat dari foto pernikahan kan memang terlihat seperti perempuan. Suaranya juga sedikit cempreng seperti perempuan. Jadi tidak ada yang curiga kalau dia aslinya laki-laki,” ujar Ridwan, Sabtu (4/5/2024).
Menurutnya, selama setahun berhubungan, AK tidak menaruh kecurigaan jika sosok yang dinikahinya ternyata bukan wanita.
Namun, kecurigaan muncul setelah AK dan ESH alias Adinda menikah. Ia kerap menolak saat diajak berhubungan badan.
“Kalau diajak berhubungan badan alasannya capek atau sedang tidak mood. Setiap hendak digerayangi bagian bawah perut juga selalu ditepis,” ungkap Ridwan.
Kecurigaan keluarga pun semakin menjadi, sehingga membuat keluarga AK nekat melakukan penelusuran terhadap ESH.
“Karena curiga, akhirnya keluarga dari AK ini menelusuri alamat asli dari ESH di Cidaun,” tuturnya.
Malang tak dapat dilawan, akhirnya rahasia yang ditutupi ESH pun terungkap. Keluarga AK berhasil menemukan rumah ESH dan mendapati keterangan dari ayahnya, jika ESH alias Adinda ini bukan perempuan melainkan seorang laki-laki.
“Mereka dikagetkan dengan fakta jika ayah ESH masih ada. Sebab, awalnya ESH tidak dinikahkan oleh wali nikahnya langsung karena alasannya ayahnya kabur entah ke mana. Terlebih terungkap fakta paling mengejutkan bahwa ESH ini laki-laki,” beber Ridwan.
Usai fakta tersebut terungkap, ESH pun ditanya soal statusnya yang merupakan laki-laki, bukan perempuan.
“Akhirnya ESH mengakui kalau dia bukan perempuan. AK sendiri memang tidak mengetahui kalau istrinya itu laki-laki. Jadi benar-benar tertipu dari awal dengan penyamaran ESH,” terangnya.
Merasa kecewa dan malu, akhirnya keluarga AK melaporkan ESH pada pihak kepolisian.
“Iya kami dapat laporan dari keluarga AK dan sekarang ESH sudah diamankan di Mapolsek Naringgul,” bebernya.
Dari hasil penyelidikan pelaku melakukan aksinya sekadar memanfatkaan korban untuk meminta sejumlah uang.
“Pengakuannya untuk mendapatkan uang dari korban. Karena setiap kali meminta uang selalu diberi. Kini pelaku dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara,” tutupnya.(gap)





