oleh

Ini Prestasi Afridza, Pebalap asal Jabar yang Tewas Kecelakaan dalam Ajang Asian Talent Cup

Marc Marquez: Kepergiannya adalah Kesedihan yang Mendalam bagi Dunia Balap Internasional

SELAMAT jalan sang juara. Terimakasih atas berbagai prestasi, podium dan kebanggaan untuk balap motor Indonesia.
Itulah kalimat yang pas disematkan untuk Afridza Munandar, pebalap Indonesia yang meninggal saat tampil di Race 1 ajang Asia Talent Cup 2019 di sirkuit Sepang, Sabtu (2/11/2019).

Ia mengalami kecelakaan di tikungan 10 putaran pertama. Sempat mendapatkan perawatan di tepi sirkuit, ia kemudian dibawa ke rumah sakit Kuala Lumpur dengan helikopter. Namun nyawanya tak tertolong.

Tak hanya keluarganya yang berduka, namun dunia balap Indonesia pun turut berduka. Betapa tidak, pebalap kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat 13 Agustus 1999 ini merupakan salah satu putra terbaik Indonesia di lintasan balap motor

Bahkan, sejumlah Pembalap MotoGP mendedikasikan ‘race’ Minggu (3/11/2019) untuk mendiang Afridza Munandar. Marc Marquez juga menuliskan ucapan duka. Ia menyebut kepergian Afridza adalah kesedihan yang mendalam bagi dunia balap internasional.

Ya, selama hidupnya, anak pertama dari 3 bersaudara pasangan Irwan Munandar dan Ersa Maya Sriwenda ini dikenal sebagai masa depan balap motor Indonesia. Bahkan, pada ajang Ajang Asian Talent Cup 2019, ia menjadi kandidat terkuat untuk bersaing dalam perebutan gelar juara umum.

Berikut perjalanan dan prestasi Afridza dalam dunia balap:

Sejak 2014, Afridza sudah menjalani balap nasional sejak 2014 di Kejurnas Motorprix pada era motor karburator.

Pada musim 2015 dan 2016, ia bernaung di Yamaha SND untuk melakukan riset pada Yamaha R15 di kancah Kejurnas IRS Sport 150. Itu pertama kalinya, Afridza Munandar berkompetisi menggunakan motor sport bertangki depan. Karena sebelumnya Afridza Munandar balapan menggunakan motor bebek alias underbone.

Berkat prestasi yang ditunjukkannya, Afridza akhirnya direkrut Honda Trijaya yang kini bernama ART Jogjakarta pada tahun 2017.

Pada 2017, Afridza fokus balapan dengan tunggangan besi sport, khususnya Honda CBR150R. Berkat kegigihannya, ia terdaftar sebagai salah satu siswa terbaik Astra Honda Racing School (AHRS).

Tak hanya siswa terbaik, masih di tahun 2017, Afridza pun masuk seleksi untuk kejuaraan Asia Talent Cup. Dua gelar juara berhasil ia raih, yakni juara nasional Kejurnas Motorprix untuk kelas MP3 (Underbone 150 tune up pemula), serta juara nasional MP4 (Underbone 125 tune up pemula open).

Pada 2018, ia menjalani debutnya pada ajang Asia Talent Cup dan langsung mampu masuk 10 besar klasemen akhir.

Pada Asia Talent Cup musim ini, Afridza adalah salah satu kandidat juara. Menuju seri terakhir di Sepang, ia berada di posisi tiga klasemen dengan raihan 142 poin. Dia sudah meraih dua kemenangan, dua kali jadi runner-up, dan dua kali finis ketiga. Pemuda bertinggi 158 cm itu hanya berjarak 27 poin dari Takuma Matsuyama yang memimpin kejuaraan, juga hanya 15 poin dari Sho Nishimura di urutan kedua.(gie/net)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline