BERITACIANJUR.COM – Menjelang tahun ajaran baru, omzet penjualan seragam SD, SMP dan SMA di Toko Saluyu 2 yang berlokasi di Jalan Siti Jenab, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur meningkat hingga lima kali lipat.
Hal tersebut disampaikan langsung pemilik Toko Saluyu 2, Andi Sinardi. Menurutnya, penjualan seragam sekolah di tokonya mengalami kenaikan yang sangat tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.
“Pada hari biasa omzet berkisar di angka Rp3 jutaan dalam sehari, sedangkan pada momen ajaran baru seperti ini dalam sehari kami bisa dapat sampai Rp15-20 jutaan,” ujar Andi kepada beritacianjur.com, Kamis (11/7/2024).
Keuntungan sebesar itu, sambungnya, didapatkan berkat penjualan seragam sekolah yang sangat laris diborong oleh para pembeli untuk kebutuhan di semua tingkatan sekolah.
“Banyak sekali orang tua dan anaknya yang masih sekolah untuk membeli seragam ke toko saya, dari seragam siswa SD, SMP hingga SMA,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, perbandingan tingkat penjualan yang berbeda terlihat pada 2022 lalu, tepat saat peristiwa gempa melanda Kabupaten Cianjur.
Menurutnya, saat itu tingkat penjualan di tokonya menurun drastis, mengingat pemerintah menyalurkan bantuan berupa seragam hingga alat sekolah kepada masyarakat Cianjur yang terdampak bencana gempa tersebut.
“Saat bencana gempa di Cianjur saat itu, tidak banyak warga yang berkunjung ke toko. Tapi Alhamdulillah, setelah itu toko saya kembali laris bahkan peningkatan penjualan kembali tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, ia memperkirakan tokonya alan terus ramai diburu pembeli hanya sampai pada minggu ini. Karena setelah momen liburan sekolah usai, kondisi tokonya akan kembali seperti biasanya yang tidak begitu ramai.
“Iya, emang biasanya setelah momen libur sekolah usai toko saya kembali seperti hari-hari biasa. Karena momen seperti ini memang berkah buat para pedagang seragam sekolah,” paparnya.
Andi menuturkan, selain seragam yang laku keras, peralatan sekolah lainnya seperti topi, dasi, tas, dan sepatu turut laris manis saat momen tahun ajaran baru. Bahkan stok produk di tokonya sampai menipis.
“Itu menjadi kendala saya terkadang, karena pada momen ramai seperti itu malah stok barang yang menipis. Akan tetapi, untuk ke depannya hal tersebut menjadi pelajaran buat saya untuk menyiapkan stok barang lebih banyak di toko,” paparnya.
Andi mengharapkan, tokonya bisa ramai bukan hanya saat momen jelang tahun ajaran baru saja, melainkan pada hari-hari biasa juga.
“Semoga tidak hanya pada momen tahun ajaran baru saja toko saya ramai, ke depannya saya berharap toko bisa terus ramai agar bisa membantu meningkatkan perkembangan toko saya ini,” pungkasnya.(gil/gap)







