BERITACIANJUR.COM – Jumlah warga yang diduga terjangkit chikungunya di Kampung Cibiuk RT 03 RW 09, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur bertambah menjadi 43 orang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, Frida Layla Yahya mengaku, pihaknya baru mendapatkan informasi terbaru bahwa jumlah pasien yang diduga mengalami gejala chikungunya kini bertambah 3 orang.
“Iya kami baru saja mendapatkan informasi yang awalnya korban ada 38 lalu bertambah menjadi 40, kini bertambah lagi 3 orang, jadi totalnya kini ada 43 orang,” ujar Frida saat dihubungi beritacianjur.com, Kamis (10/4/2025).
Sebagai informasi, chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan virus dan ditularkan melalui gigitan nyamuk. Biasanya, demam mendadak disertai nyeri sendi yang hebat menjadi tanda awal penyakit ini. Gejala lainnya yang bisa muncul, yakni kelelahan, nyeri otot, sakit kepala dan munculnya ruam di kulit. Dua jenis nyamuk utama yang menjadi vektor penyebaran virus chikungunya adalah aedes aegypti dan aedes albopictus.
Menurut Frida, berdasarkan kunjungan pihaknya saat ke lokasi kejadian, kini sudah terindikasi jika penyakit yang diderita puluhan warga tersebut memang mengarah pada gejala chikungunya.
“Sebenarnya, hasil dari labolatorium itu ke luarnya besok, namun saat kami periksa kembali di lokasi bahwa memang gejalanya mengarah pada chikungunya, walaupun belum pasti. Ditambah, saat kami periksa DBD hasilnya negatif, jadi sudah dipastikan bukan DBD dan alhasil berati hanya mengarah kepada gejala chikungunya,” paparnya.
Untuk menangani kondisi tersebut, sambung dia, pihaknya sudah melakukan pembersihan di area yang diduga menjadi sarang nyamuk. Bahkan, untuk mengantisipasinya juga petugas melakukan fogging di lokasi.
“Biar tidak ada lagi korban dan untuk mencegahnya kami tadi sudah ajak warga untuk melakukan pembersihan lingkungan, dan kita juga sudah fogging untuk mencegah banyaknya nyamuk yang dapat menularkan penyakit,” paparnya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat, terutama warga yang kini tengah menderita chikungunya, agar lebih memerhatikan kembali lingkungan sekitar dan rumahnya masing-masing. Karena jika wilayah yang kotor tentunya akan menjadi sarang nyamuk yang dapat menularkan penyakit.
“Kami imbau kepada masyarakat untuk sering membersihkan area bak mandi setiap hari, dan bersihkan juga area lingkungan yang kotor agar dapat mencegah terjangkitnya penyakit seperti chikungunya,” pungkasnya.(gil)







