Kasus Dugaan Keracunan MBG Terulang Lagi, Belasan Santriwati di Cidaun Jadi Korban

BERITACIANJUR.COM – Kasus dugaan keracunan makanan akibat makan bergizi gratis (MBG) terjadi lagi di Cianjur. Kali ini, menimpa 12 santriwati Yayasan Pendidikan Islam Assatinem, Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun, Cianjur selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Rabu (20/8/2025). Diduga usai menyantap menu MBG, belasan santri tiba-tiba mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, dan muntah. Hingga hari ini (21/8/2025), mereka masih dirawat di Puskesmas Cidaun.

Kepala Puskesmas Cidaun, Eman Sulaeman, membenarkan hal tersebut. Pihaknya sudah menangani 12 santriwati yang keluhannya mirip dengan gejala keracunan, sehingga belasan santri tersebut harus dirawat secara intensif sampai kondisinya membaik.

“Sore kemarin hingga malam kita menangani 12 siswa yang mengeluhkan gejala seperti keracunan karena mual, muntah, pusing. Dari 12 orang, kini 1 orang sudah membaik, sisanya yakni 11 orang masih dilakukan observasi,” ujar Eman saat dihubungi beritacianjur.com, Kamis (21/8/2025).

Terkait penyebab pasti, Eman menegaskan, pihaknya belum dapat memastikannya. Tim dari Dinas Kesehatan Cianjur, sambung dia, saat ini sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa diperiksa kandungannya di laboratorium.

“Kami belum dapat memastikan penyebab pastinya, apakah emang karena MBG atau bukan. Soalnya setelah kami dapat data di lapangan, katanya belasan siswa ini sebelumnya makan pagi juga, dan akhirnya makan siang menu MBG, lalu sorenya mengalami gejala keracunan. Saat ini sampel makanan sedang diperiksa,” paparnya.

Salah seorang santriwati, AM (17), mengaku merasakan sakit perut, pusing hingga mual usai menyantap menu MBG yang disuguhkan pada jam makan siang.

“Saya termasuk salah satu yang makan. Semuanya makan di asrama. Selang dua jam kemudian mulai terasa sakit perut, pusing, bahkan ada yang muntah-muntah sampai dehidrasi. Ada 12 orang yang kena,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, salah satu menu dari MBG yakni saus dari mie spageti mengeluarkan bau tak sedap, bahkan terindikasi menjadi salah satu penyebab dari dugaan keracunan tersebut. “Sausnya agak basi. Lengket tapi encer, baunya juga enggak enak,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, mengaku saat ini masih melakukan investigasi di lapangan, termasuk memeriksa sampel makanan yang ada di menu MBG. “Tim masih investigasi di lapangan sesuai prosedur penanganan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan akibat MBG pernah terjadi di Cianjur. April 2025 lalu, puluhan pelajar di Cianjur, yakni 55 orang dari MAN 1 Cianjur dan 23 siswa dari SMP PGRI 1 Cianjur, mengalami keracunan diduga seusai menyantap menu MBG.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *