BERITACIANJUR.COM – Suasana tegang sempat mewarnai audiensi antara puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Mahasiswa (Ammar), dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur di Pendopo Cianjur, Rabu (10/9/2025).
Berdasarkan pantauan beritacianjur.com, kondisi tersebut terjadi saat 70 massa yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat dan pengemudi ojek online (ojol), menganggap terdapat beberapa jawaban dari pihak Pemkab Cianjur tidak sesuai dengan tuntutan yang disampaikan oleh mereka.
Meski begitu, pada akhirnya audiensi berjalan dengan lancar dan kondusif setelah Bupati Cianjur berjanji bakal menindaklanjuti seluruh tuntutan yang disampaikan puluhan massa tersebut.
Koordinator Ammar Cianjur, Adi Supriyadi, mengatakan pihaknya telah menyampaikan tiga tuntutan di antaranya pembebasan tiga pelajar yang ditahan Polres Cianjur saat aksi unjuk rasa, penyediaan fasilitas untuk driver ojek online (ojol), serta percepatan bantuan bagi korban pergeseran tanah di wilayah Cianjur selatan.
“Yang pertama kami desak agar Polres Cianjur segera membebaskan pelajar yang sampai saat ini masih ditahan. Laporan itu dilayangkan oleh Sekretaris DPRD Cianjur atas laporan perusakan fasilitas saat aksi demo beberapa waktu lalu,” ujar Adi kepada wartawan.
Pihaknya juga menyampaikan aspirasi nasib para ojol yang mendesak agar Pemkab Cianjur segera memperhatian dan menyediakan fasilitas untuk para driver ojol di Cianjur.
“Salah satunya seperti kita ketahui, ojol itu kasihan kalau harus bayar parkir di sebuah tempat saat narik, contohnya misalkan mereka mendapatkan orderan tarif Rp10.000 terus harus bayar parkir Rp2.000, belum lagi kepotong oleh aplikasi, tentunya itu memberatkan mereka,” tegasnya.
Terkait fasilitas, sambung dia, pihaknya mendesak pemkab segera menyediakan fasilitas berteduh di beberapa titik, untuk para driver ojol agar nyaman saat mereka menunggu orderan.
“Kami juga ingin teman-teman ojol ini dapat tempat fasilitas yang nyaman untuk mereka jadikan tempat berteduh,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti tindakan Pemkab Cianjur terhadap para korban bencana pergeseran tanah di sejumlah wilayah Cianjur selatan, yang sampai saat ini belum mendapatkan solusi titik terang.
“Sebanyak 3.600 orang yang menjadi korban bencana pergeseran tanah di Cianjur selatan belum menadapatkan bantuan, padahal pernah dijanjikan sebelumnya bantuan sewa rumah Rp600.000 per bulan, namun belum juga turun hingga sekarang. Artinya masyarakat itu butuh empati, bukan regulasi atau sekadar janji,” tegasnya.
Meski sempat menimbulkan suasan tegang saat berdialog di ruang audiensi, menurut Adi, akhirnya Pemkab Cianjur menjawab seluruh tntutan dan berjanji bakal menindaklanjuti semua aspirasi yang disampaikan pihaknya.
“Kami menunggu selama ini jawaban dari pemkab, tapi tadi akhirnya bupati janji bakal memenuhi semua tuntutan ini walaupun sebelumnya sempat ada sedikit tegang saat audiensi tadi,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengaku bakal segera menindaklanjuti seluruh tuntutan yang disampaikan masyarakat, terutama aspirasi dari massa yang tergabung dalam Ammar saat audiensi.
“Iya tadi ada tuntutan pertama soal pembebasan para pelajar, kami akan segera bantu dan tindak lanjuti seluruh keluhan aspirasi tersebut,” katanya.
Terutama terkait soal fasilitas ojol, lanjutnya, pihaknya bakal segera mengoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur agar segera bekerja sama dengan tempat-tempat kuliner, untuk menindaklanjuti hal tersebut.
“Nanti mekanismenya mungkin kami ke Dishub dulu dan bekerja sama dengan tempat kuliner di Cianjur karena harus izin dulu, meningat mereka meminta fasilitas tempat dan Cianjur kan luas jadi harus kita koordinasikan dulu,” katanya,
Terakhir, terkait bantuan bagi warga terdampak bencana pergeseran tanah, ia menegaskan, akan segera berupaya mempercepat pencairan dana dari pemerintahan pusat.
“Sebenarnya yang masih menyewa rumah itu masih terbantu dari dana tunggu hunian pemerintah pusat, namun dalam hal ini kami akan segera upayakan agar bantuan segera turun dengan cepat,” pungkasnya.(gil)







