BERITACIANJUR.COM – Lima pemuda di Kampung Simpangsari RT 001/RW 001, Desa Cidadap, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur diduga keracunan usai menyantap jamur liar hasil petikan di sawah.
Diketahui, sejumlah pemuda tersebut masih duduk di bangku SMP dan pada Minggu (10/11/2024) pagi, mereka berlima berkumpul di akhir pekan untuk mengadakan kegiatan makan bersama dengan memasak berbagai menu nasi liwet.
Kepala Puskesmas Campaka, Tito Nurtansah mengatakan, kejadian bermula ketika sejumlah pemuda tersebut tengah memasak nasi liwet. Kemudian secara tidak sengaja menemukan jamur di sawah yang dipetik, lalu diolah untuk dijadikan lauk pauk.
“Iya biasa anak-anak pada hari libur emang biasanya sering ngeliwet bersama. Namun ketika mereka sedang memasak, mereka mencari makanan dan tidak sengaja menemukan jamur di sawah lalu dipetik dan digoreng untuk disantap,” ujar Tito, saat dikonfirmasi beritacianjur.com, Senin (11/11/2024).
Ia menuturkan, mereka kemudian menyantap jamur hasil olahan tersebut dan tak berselang lama, satu per satu sejumlah pemuda tersebut mengeluhkan gejala pusing, mual, bahkan muntah sehingga harus dirawat ke Puskesmas.
“Jadi awalnya satu orang yang datang dengan keluhan gejala keracunan, namun tidak lama yang lainnya menyusul dengan gejala yang serupa,” imbuhnya.
Menurut keterangan salah satu pasien, diduga mereka merasakan keluhan gejala keracunan itu hanya dalam waktu sekitar 5 jam setelah awal menyantap jamur tersebut.
“Jadi pada Minggu pagi sekitar pukul 09.00 Wib mereka menyantap jamur, dan pada pukul 14.00 Wib kami menangani pasien yang mengeluhkan pusing, mual, muntah akibat keracunan jamur,” tuturnya.
Tito mengungkapkan, sejumlah pemuda tersebut sudah mendapat penanganan medis di Puskesmas Campaka dan saat ini kondisi mereka mulai membaik.
“Alhamdulillah kondisinya sudah membaik, bahkan tadi Senin pagi semua pasien sudah kembali pulang ke rumahnya, walaupun pasien saat ini masih harus dipantau kondisinya” terangnya.
Ia menyebut, kemungkinan gejala yang dialami kelima pemuda tersebut akibat menyantap jamur yang sudah membusuk, namun untuk memastikan penyebab pastinya, pihaknya sudah menyerahkan sampel jamur tersebut ke dinas terkait untuk diperiksa kandungannya.
“Untuk lebih memastikan kandungan jamur yang membuat mereka keracunan, kami menyerahkan sampel jamurnya ke dinas terkait. Saat ini kami masih menunggu hasilnya,” pungkasnya.(gil/gap)







