BERITACIANJUR.COM – Longsor melanda kawasan wisata Curug Ngebul yang berada di perbatasan Desa Bunijaya dan Buniwangi, Kecamatan Pagelaran, Cianjur. Akibatnya akses wisata direncanakan untuk ditutup sementara.
Longsor yang dipicu hujan deras tersebut terjadi pada Jumat (5/9/2025) malam sekitar pukul 20.08 Wib. Bangunan musala dan toilet umum di aera wisata Curug Ngebul tertimbun longsor.
Camat Pagelaran, Reki Nopendi, membenarkan informasi tersebut. Namun ia memastikan tak ada korban jiwa maupun luka.
“Tak ada korban jiwa dan luka karena saat kejadian tidak ada warga maupun pengunjung yang berada di bawah. Hanya musala dan WC yang tertimbun,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (7/9/2025).
Karena musala dan wc umum merupakan bangunan permanen, sambung dia, kerugian ditaksir mencapau puluhan juta rupiah.
Reki menegaskan, melihat kondisi lokasi sulit dijangkau dan adanya potensi longsor susulan, hingga saat ini pihaknya belum melakukan pembersihan longsoran material.
“Saat ini kondisi bangunan musala dan wc masih tertimbun. Jadi saat ini kita belum melakukan pembersihan. Untuk langkah selanjutnya, kita akan bahas bersama forkopimcam. Pendapat saya untuk sementara akses wisata akan ditutup sementara,“ ungkapnya.
Ia mengimbau agar masyarakat lebih waspada dengan kondisi alam seperti saat ini, mengingat curah hujan masih tinggi. “Untuk warga atau pengunjung, kami imbau agar tidak mendekati area Curug Ngebul sampai kondisi dinyatakan aman,“ tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Cianjur, Iwan Karyadi, menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa serta relawan setempat untuk menutup akses wisata sementara.
“Iya kami sudah menerima laporan soal longsor itu. Upaya sementara menutup akses wisata,“ pungkasnya.(gil)







