BERITACIANJUR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mengimbau masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga angin kencang saat memasuki musim hujan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengatakan hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Cianjur dapat memicu berbagai potensi bencana, terutama di wilayah rawan bencana.
“Memasuki musim hujan ini ada beberapa potensi ancaman seperti angin puting beliung, pohon tumbang, banjir, tanah longsor di daerah rawan atau lereng curam, serta gelombang tinggi dan angin kencang di daerah pesisir pantai,” ujar Samudra. Senin (28/9/2026), kepada beritacianjur.com.
Menurutnya, hujan saat ini belum merata di seluruh wilayah Cianjur. Namun, sejumlah lokasi sudah mengalami genangan akibat saluran air yang tersumbat sampah.
Salah satunya terjadi di Jalan Mangunsarkoro. Samudra menyebutkan, meski terjadi genangan akibat tumpukan sampah yang membuat aliran air di selokan tidak lancar, namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama.
“Ada beberapa lokasi yang terindikasi ada limpasan air sehingga tergenang seolah-olah seperti banjir. Biasanya itu diakibatkan oleh gorong-gorong yang ada tumpukan sampah yang menyumbat saluran air,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, luapan air irigasi juga terjadi di Desa Mekarsari, Kecamatan Cianjur, tepatnya di selokan Ciraden yang terhubung dengan irigasi Dawuan. Namun, luapan tersebut tidak berlangsung lama dan kembali surut setelah dilakukan pengendalian.
Mengantisipasi potensi bencana tersebut, sambung dia, BPBD juga meminta setiap kecamatan mulai memetakan wilayah yang berpotensi mengalami banjir maupun tanah longsor.
“Hari ini kami membuat surat yang akan ditandatangani oleh Pak Bupati dan dibagikan kepada para camat untuk memitigasi serta memetakan wilayah masing-masing. Terutama wilayah yang memiliki potensi banjir maupun tanah longsor agar segera dipetakan dan diminimalisir,” tuturnya.
Samudra juga mengimbau masyarakat membersihkan saluran air secara gotong royong dan tidak membuang sampah ke sungai maupun selokan. Dahan pohon yang sudah rimbun atau rapuh di sekitar lingkungan juga diminta segera dipangkas.
Sementara bagi masyarakat di wilayah pesisir seperti Kecamatan Cidaun dan Sindangbarang, ia meminta warga terus memantau informasi resmi mengenai prakiraan cuaca dan gelombang tinggi, terutama saat hujan disertai angin kencang.(zal)







