BERITACIANJUR.COM – Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Cianjur menggelar laga persahabatan kontra Kabupaten Sukabumi di Billiards & Bites, Jalan Raya Bandung No. 24, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, Jumat (31/7/2026).
Ketua POBSI Cianjur, Fito Rasyuji, mengatakan laga tersebut merupakan salah satu upaya dalam mematangkan persiapan atlet menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jabar 2026 pada November mendatang.
Tak hanya itu, Fito juga menyebutkan laga persahabatan merupakan bagian dari program try out yang diwajibkan KONI, sebagai persiapan menghadapi pesta olahraga multicabang tingkat provinsi yang dulu dikenal dengan istilah Pekan Olahraga Daerah (Porda).
“Dari awal KONI memang mewajibkan adanya tanding ke luar kota sebagai persiapan. Saat ini Sukabumi yang berkunjung ke Cianjur. Rencananya September nanti kita akan melakukan kunjungan balasan ke Sukabumi,” ujarnya.
Bahkan Fito menyampaikan, tidak menutup kemungkinan laga persahabatan juga bakal dilakukan dengan tim Bandung.
Ia menilai, latih tanding dengan daerah lain penting dilakukan agar atlet tidak jenuh dengan latihan rutin sekaligus terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan.
“Latihan rutin biasa kita adakan setiap Senin dan Jumat. Namun, untuk menjaga agar atlet tidak jenuh karena latihan yang monoton, kita adakan latih tanding dengan tim luar kota. Suasananya tentu akan berbeda kalau kita latih tanding dengan pihak luar. Sama halnya seperti suasana turnamen. Bahkan nanti kalau ada turnamen di Bandung, anak-anak juga bisa kita daftarkan untuk ikut serta,” paparnya.
Fito menegaskan, perkembangan atlet sejauh ini cukup positif. Selain menjalani latihan rutin, sambung dia, para atlet juga memanfaatkan waktu di luar jadwal resmi untuk meningkatkan kemampuan.
“Alhamdulillah, kita latihan rutin dan anak-anak tetap semangat. Minimal seminggu dua kali, bahkan di luar jadwal resmi pun hampir setiap hari ada saja atlet yang datang untuk latihan,” ungkapnya.
Menurutnya, pembinaan atlet juga didukung dengan tersedianya fasilitas latihan, termasuk meja biliar carom (meja khusus permainan biliar tanpa lubang, red) yang kini sudah dapat digunakan kembali.
“Alhamdulillah. Walaupun beberapa hari lalu saya sempat sakit selama tiga hari, persiapan khususnya untuk nomor carom terus berjalan. Meja carom itu baru dipasang beberapa hari lalu setelah sempat enam bulan disimpan di gudang karena belum ada tempat. Alhamdulillah, manajemen BnB memberi tempat di area depan sehingga meja bisa dipasang. Hari ini saya juga bisa hadir dan ikut latih tanding lawan Sukabumi di meja carom,” ujarnya.
Fito mengungkapkan, nomor carom dan junior menjadi nomor yang diproyeksikan meraih medali. Namun, menurutnya atlet-atlet muda Cianjur masih membutuhkan pendampingan pelatih berlisensi nasional agar mampu bersaing dengan daerah lain.
“Mereka butuh dipoles. Kami dari POBSI Cianjur mengajukan agar KONI bisa memfasilitasi pengadaan pelatih yang bersertifikasi tingkat nasional. Jangan sampai kita ketinggalan dari daerah lain seperti Kota Bandung atau Depok, yang bahkan sudah memberangkatkan atletnya ke luar negeri seperti Vietnam dengan dukungan penuh KONI dan pelatih mumpuni,” bebernya.
“Di Cianjur selama ini belum ada pelatih yang bersertifikat resmi, hanya mengandalkan senior membagi ilmu ke junior. Kalau tidak dipoles pelatih profesional, kita takut kalah bersaing,” tambahnya.
Ia mengungkapkan, dari 16 atlet yang mengikuti Babak Kualifikasi Porprov, sebanyak 14 atlet berhasil lolos. Namun, berdasarkan kebijakan KONI, kuota yang diberangkatkan menjadi 11 atlet.
“Pada Babak Kualifikasi (BK) Porda lalu, dari 16 atlet yang kita kirim ada 14 atlet yang lolos. Namun, berdasarkan pertimbangan KONI yang memberangkatkan atlet berpeluang medali, kuota kita dipangkas menjadi 11 atlet,” sebutnya.
Fito optimistis target dua medali dari nomor junior dan carom dapat tercapai apabila pembinaan terus berjalan maksimal.
“Target kita adalah 2 medali dari nomor junior dan carom. Insya Allah bisa tercapai selama tidak ada kendala berarti,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris POBSI Kabupaten Cianjur, Krisna Aditya, mengatakan laga persahabatan menjadi sarana untuk mengukur hasil pembinaan atlet sebelum Porprov.
“Laga persahabatan ini digelar sebagai bagian dari persiapan menghadapi PORDA. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengukur sejauh mana potensi dan kualitas para atlet setelah menjalani rangkaian latihan. Bisa dikatakan ini adalah ajang try out bagi kami. Bersama Kabupaten Sukabumi, alhamdulillah komunikasi terjalin dengan baik sehingga laga ini dapat terlaksana,” kata Krisna.
Ia menjelaskan, POBSI Cianjur menyiapkan 10 atlet yang akan bertanding di sejumlah nomor, terdiri dari lima atlet junior dan lima atlet senior.
“Secara keseluruhan ada 10 atlet yang kami persiapkan. Untuk kategori junior, kami menerjunkan lima atlet (4 putra dan 1 putri) yang akan berlaga di nomor bola 10 (10-ball). Sementara di kategori senior, ada lima atlet yang terbagi ke dalam nomor carom sebanyak dua atlet, serta nomor umum (bola 15 dan bola 9) sebanyak tiga atlet,” jelasnya.
Menurutnya, para atlet tersebut merupakan hasil penjaringan melalui Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) yang berasal dari berbagai wilayah di Cianjur.
“Para atlet merupakan perwakilan dari beberapa kecamatan di Cianjur, seperti Cianjur kota, Cilaku, Cibeber, Karangtengah, hingga Cipanas. Mereka merupakan hasil penjaringan dari ajang Porkab yang digelar sebelumnya,” katanya.
Krisna menambahkan, pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kemampuan teknik, tetapi juga kedisiplinan dan etika atlet.
“Fokus utama kami ada pada kedisiplinan dan etika. Status sebagai atlet tentu berbeda dengan pemain biliar rekreasi pada umumnya. Karena itu, para atlet dituntut untuk lebih fokus menjaga kedisiplinan dan etika dalam bertanding,” terangnya.
Menurutnya, usai laga persahabatan melawan Sukabumi, seluruh penampilan atlet akan menjadi bahan evaluasi untuk menyempurnakan program latihan menuju Porprov.
“Bahan evaluasi utama kami adalah melihat dan membenahi setiap kekurangan atlet selama bertanding melawan Sukabumi hari ini. Evaluasi menyeluruh akan langsung dilakukan setelah laga selesai,” pungkasnya.(zal)










