Operator Alat Berat di Sukaluyu Tewas Tertimbun Longsor Sedalam 5 Meter

BERITACIANJUR.COM – Jenazah Maman alias Ujang (35), operator alat berat yang meninggal dunia usai tertimbun galian tanah longsor di Kampung Malanding, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukaluyu, akhirnya berhasil dievakuasi, Sabtu (14/9/2024).

Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, korban diduga meninggal karena tertimbun tebing tanah longsor setinggi 25 meter beserta alat berat yang digunakan korban usai melakukan penggalian.

Bahkan, tanah longsor yang menimbun korban mencapai kedalaman sekitar 3-5 meter.

Kepala Unit Basarnas Cianjur, Andika mengatakan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05.00 Wib.

Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, pihaknya bersama petugas gabungan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan evakuasi.

“Kami mendapatkan laporan sekitar pukul 07.00 Wib, dan tiba di lokasi pada pukul 09.00 Wib. Setiba di lokasi kami langsung melakukan upaya evakuasi korban yang dikabarkan telah tertimbun tanah galian,” ujar Andika kepada beritacianjur.com, Sabtu (14/9/2024).

IMG 20240914 WA0096

Menurutnya, terdapat beberapa kendala saat upaya proses evakuasi korban, tingginya material tanah membuat petugas kesulitan untuk melakukan evakuasi dengan waktu singkat.

“Tingginya tebing tanah di lokasi penggalian yang menimbun korban sekitar 3-5 meter. Petugas juga ditakutkan ikut tertimbun tanah yang longsor saat mengevakuasi korban,” imbuhnya.

Alhasil, upaya proses evakuasi korban terpaksa memakan waktu selama tiga jam akibat kondisi area yang menyulitkan petugas gabungan untuk menjangkau tubuh korban.

Meski begitu, lanjutnya, tubuh korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.40 Wib. Saat ini, jenazah korban sudah dibawa petugas untuk diantarkan ke RSUD Sayang Cianjur.

“Saat korban ditemukan, nahas kondisi korban sudah tidak bernyawa. Bantuan alat dari pihak penggalian juga turut serta dalam proses evakuasi,” bebernya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya juga tengah mendalami hingga menindaklanjuti tragedi yang menimpa korban yang kini dinyatakan telah meninggal dunia.

“Kita masih menyelidiki apakah ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa atau tidak,” tegasnya.

“Selain itu, kami juga akan periksa izin dari perusahaan galian C atau galian pasir tersebut,” tambahnya.

Terpisah, Yusup Supriatna (20) adik kandung korban mengungkapkan, saat ini jenazah kakaknya tengah dilakukan penanganan di RSUD Sayang. Pihak keluarga pun sudah berada di lokasi setelah menerima laporan dari petugas terkait.

“Jenazah kakak saya saat ini sudah ada di RSUD Sayang, dan kami juga sedang menunggu hasil proses lanjutannya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, rencananya jenazah korban akan dimakamkan oleh pihak keluarga, setelah proses penanganan di RSUD Sayang selesai.

“Rencananya sore ini akan dimakamkan jika proses lanjutannya selesai,” tutupnya.(gil/gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *