BERITACIANJUR.COM – Sejumlah pemain dan dua kelompok suporter terlibat bentrok saat turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) di Desa Jatisari, Kecamatan Sindangbarang, Cianjur.
Turnamen sepakbola dalam rangka peringatan HUT RI ke-80 yang berujung ricuh tersebut terekam dalam video dan beredar di media sosial. Puluhan pemain dan penonton terlihat baku hantam hingga suasana kericuhan pun tak terhindarkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, kericuhan tersebut diduga dipicu adanya aksi provokasi penonton saat pertandingan penyisihan antar dua kampung tengah berlangsung.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Jatisari, Yanto membenarkan insiden kericuhan pertandingan tim sepakbola tarkam tersebut yang terjadi pada Sabtu (2/8/2025) lalu.
“Iya itu kejadiannya waktu babak penyisihan dalam pertandingan ajang memeriahkan menyambut HUT RI ke-80,” ujar Yanto saat dihubungi beritacianjur.com, Selasa (5/8/2025).
Menurutnya, kejadian bermula ketika tim dari Kampung Jatisari berhadapan dengan tim Kampung Sukamaju. Tidak diketahui pasti awal penyebabnya, namun ia menuturkan, kericuhan diduga dipicu akibat adanya aksi provokator dari penonton.
“Tidak tahu jelas ya awal kericuhannya gimana, tapi ya mungkin pemicunya hal lumrah dalam sepakbola, seperti ada yang main kasar dari antar pemain lalu ada aksi provokasi dari penonton. Tapi ya mungkin itu juga, pastinya kami belum tahu,” imbuhnya.
“Apakah antar pemain dengan pemain atau antar penonton, kami belum dapat memastikan hal tersebut,” tambahnya.
Ia menjelaskan, sampai saat ini belum diketahui jumlah korban dalam insiden tersebut, namun yang pasti pihaknya sudah menyaksikan antar kedua tim dan semua pihak yang terlibat berdamai, dan pertandingan berlanjut dengan kondusif.
“Siapa saja yang terluka dan yang terlibat kami belum tahu, karena kejadiannya sangat ricuh susah untuk diketahui. Tapi kedua belah pihak sudah berdamai, dan pertandingan kembali berjalan normal,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi kejadian yang serupa kembali terulang, sambung dia, pihaknya kini memperketat pengamanan saat pertandingan tarkam berlangsung, dan memastikan pertandingan akan terus kondusif hingga ajang final nanti, yang direncanakan digelar pada 18 Agustus 2025.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolsek Sindangbarang, Forkopimcam, Babinsa untuk memantau jalannya pertandingan agar memastikan berjalan dengan kondusif, dan mencegah kericuhan kembali terjadi,” pungkasnya.(gil)







