BERITACIANJUR.COM – Akibat lokasi awal dilanda bencana pergerakan tanah, sebanyak dua TPS Pilkada Cianjur 2024 di Kecamatan Kadupandak, Cianjur dipindahkan.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Cianjur, M Ridwan memastikan pelaksanaan Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati Cianjur tetap bisa terselenggara meski di tengah status tanggap darurat bencana.
“Jadi, pergerakan tanah membuat lokasi TPS yang sebelumnya sudah ditentukan tidak dimungkinan untuk digunakan. Ada dua TPS yang terdampak dan dipindahkan, yakni TPS 1 dan 3 di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak,” ujar Ridwan, Selasa (26/11/2024).
Ia menyebutkan, TPS 1 yang semula berada di lapang kampung dipindah ke lapangan SD sedangkan TPS 3 dipindah ke halaman salah seorang warga yang aman dari pergerakan tanah.
“Lokasi yang baru sudah ditentukan dan dinilai aman serta jauh dari titik pergerakan tanah,” sebutnya.
Pihaknya memastikan pegerakan tanah tidak menghambat proses pendistribusian logistik pemilu. Kotak dan surat suara, sambung dia, dipastikan berada di TPS sebelum pukul 07.00 WIB.
“Laporan dari PPK, semuanya aman dan bisa terdistribusikan tepat waktu. Tidak terkendala pergerakan tanah untuk distribusi logistik, Besok pagi sudah harus ada di lokasi,” katanya.
Meski di tengah status darurat bencana, Ridwan menyebutkan pelaksanaan Pilkada Cianjur akan tetap terlaksana dan diupayakan berjalan maksimal.
Diberitakan sebelumnya, akibat bencana pergerakan tanah yang melanda dua kecamatan di Cianjur selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menetapkan status tanggap darurat bencana.
Tak hanya melanda Kecamatan Kadupandak, bencana pergerakan tanah juga terjadi di Kecamatan Takokak. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat.
Berdasakan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, sejumlah rumah warga bahkan rata dengan tanah. Bencana tersebut mulai terjadi pada Sabtu (23/11/2024) dini hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Asep Kusmana Wijaya mengatakan, sebelum peristiwa terjadi, wilayah Selatan Cianjur diguyur hujan deras selama lebih dari 4 jam.
“Sebelumnya di Kadupandak ada dua desa yang terjadi pergerakan tanah, yakni desa Wargasari dan Desa Sukaraja. Ternyata di Takokak juga dilanda pergerakan tanah, tepatnya di Desa Waringinsari. Jadi dalam sehari ada dua kejadian,“ ujar Asep, Minggu (24/11/2024).
Akibat bencana yang terjadi di dua lokasi tersebut, Asep menyebutkan, total rumah yang rusak mencapai puluhan rumah yang terdiri dari 48 rumah rusak di Takokak dan 28 rumah rusak di Kadupandak.
“Jadi total rumah rusak yang terdata dari tiga desa dan dua kecamatan yang terjadi pergerakan tanah, jumlahnya mencapai 76 rumah rusak. Untuk di Kadupandak juga informasinya ada beberapa rumah yang kerusakannya sangat parah, dimana sampai rata dengan tanah,” sebutnya.(gil)







