PMI Kabupaten Cianjur Sebar Posko Siaga bagi Pemudik, 12 Kecelakaan Terjadi di Empat Lokasi

BERITACIANJUR.COM – Menjelang Lebaran, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cianjur mendirikan Posko Siaga serta layanan ambulans bagi para pemudik.

Posko yang mulai berdiri sejak 27 Maret 2025 tersebut mencatat sebanyak 12 kecelakaan terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur, dengan sekitar 80 persen dialami oleh para pemudik.

Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri mengungkapkan, kecelakaan tersebut tersebar di empat pos pelayanan, yakni Pos Alun-alun Sindangbarang, Pos Citimall, Pos Gekbrong, serta Pos Jalan Raya Bandung.

“Lima orang mengalami luka berat. Salah satunya dirawat di Pos Sindangbarang, sementara empat lainnya mendapat perawatan di Klinik Jalan Raya Bandung dan Pos Citimall sebelum dirujuk ke rumah sakit,” ujar Fikri, Jumat (28/3/2025).

Ahmad Fikri menambahkan, satu korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Sindangbarang. Mayoritas kecelakaan yang terjadi merupakan kecelakaan tunggal.

PMI Kabupaten Cianjur mengerahkan hampir 50 relawan yang bertugas di berbagai posko, dengan jumlah petugas di tiap posko berkisar antara 4 hingga 10 orang.

“Khusus untuk Posko Sindangbarang, selain menangani arus mudik dan balik, relawan juga ditugaskan untuk mengawasi wisatawan yang memadati objek wisata di Cianjur Selatan, terutama kawasan pantai,” jelasnya.

Selain itu, PMI juga bekerja sama dengan Forkopimcam Sindangbarang untuk melakukan pengawasan selama libur Hari Raya. Lonjakan wisatawan diperkirakan akan terjadi setelah H+3 Lebaran, dengan harapan tidak terjadi kecelakaan laut atau kasus nelayan hilang.

“Saat ini, masih dilakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Garut yang terseret gelombang pada Selasa lalu. Basarnas, Polair, serta relawan gabungan terus berupaya mencari korban,” ungkapnya.

Dibandingkan tahun sebelumnya, lanjut Fikri, tingkat kecelakaan selama periode mudik tahun ini mengalami penurunan. Dari H-3 hingga saat ini, jumlah kecelakaan lebih sedikit dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

“Tahun lalu, dalam satu hari bisa terjadi 8 hingga 10 kecelakaan, sedangkan tahun ini, dalam tiga hari posko berdiri, baru terjadi 12 kecelakaan,” ungkapnya.

Ia menuturkan, mayoritas kecelakaan melibatkan pengendara roda dua yang mengantuk atau kurang menguasai medan. Faktor lain yang berkontribusi adalah kondisi jalan yang masih rusak atau berlubang, serta pengendara yang kurang fit.

“Kecelakaan paling sering terjadi pada malam atau dini hari,” ucapnya.

Fikri pun mengimbau para pemudik untuk memanfaatkan rest area guna beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Beberapa rest area, mulai dari kawasan Puncak hingga Haurwangi, dapat digunakan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan.

Selain itu, pemudik diminta untuk menghindari kecepatan tinggi, terutama saat memasuki wilayah perkotaan yang rawan kemacetan. Beberapa titik yang sering mengalami kepadatan antara lain Pasar Cipanas, Pasar Ciranjang, Pasar Gekbrong, Pasar Warungkondang, serta beberapa jalur menuju Bandung.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Jangan memaksakan diri untuk terus berkendara dalam kondisi lelah, apalagi saat cuaca kurang bersahabat. Menurut perkiraan, hujan masih akan terjadi hingga awal April. Oleh karena itu, kami mengajak pemudik untuk lebih mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan,” tutupnya.(iky/gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *