BERITACIANJUR.COM – Polisi menangkap anak perempuan berusia 23 tahun yang diduga tega membakar rumah ayahnya di kawasan BTN Joglo, Jalan Dipawangi, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Selasa (29/9/2026).
Hal tersebut dibenarkan Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi. Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kebakaran.
“Seorang perempuan diamankan untuk diambil keterangan. Kayaknya iya dibakar. Kami masih melakukan pendalaman,“ ujarnya.
Sebelum melakukan penangkapan, sambung dia, petugas kepolisian juga dikerahkan untuk membantu proses pemadaman.
“Untuk mendukung petugas pemadam kebakaran, 10 personel gabungan dari Satuan Samapta Polres Cianjur dan Polsek Cianjur Kota dikerahkan ke lokasi,“ ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, setelah sehari sebelumnya terlibat pertengkaran dan hendak menusuk ayah kandungnya, seorang anak perempuan berinisial H (23) diduga tega membakar rumah milik ayahnya di Kawasan BTN Joglo, Jalan Pawangi, Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, Selasa (29/9/2026), sekitar pukul 16.00 Wib.
Salah seorang warga sekitar, Enung Rosmini (42), menyebutkan sebelum terjadinya kebakaran dirinya sempat berkomunikasi dengan perempuan tersebut, bahkan niat untuk membakar rumah milik sang ayah disampaikan langsung kepada dirinya.
Ia mengaku awalnya mengira ucapan sang perempuan tersebut hanya sekadar luapan emosi belaka. Namun Enung kaget hal itu benar-benar dilakukan.
“Karena dekat dengan saya, pas kemarin si anak gadis itu pulang kerja dari Jakarta ngomong ke saya mau bakar rumahnya. Saya kira itu bohong, tapi ternyata beneran. Dia sempat menyapa saya dan bilang sudah ngebakar rumah, pas dicek ternyata benar,“ ujarnya.
Sebelum terjadinya kebakaran, sambung dia, perempuan itu terlibat cekcok bahkan hendak menusuk ayahnya karena dendam.
“Awalnya berantem dulu kemarin (28/9/2026) karena anak gadis itu bilangnya dendam sama bapaknya. Bahkan perempuan itu mau menusuk ayahnya, namun dilerai sama tetangga,“ ungkapnya.
Enung menyebutkan, selain ayahnya, ada dua adiknya yang tinggal di rumah yang dibakar gadis tersebut. Sedangkan ibunya sudah berpisah dengan ayahnya. “Perempuan itu kerja di Jakarta. Kemarin dia pulang ke Cianjur,“ sebutnya.
Enung menambahkan, selain perempuan tersebut pernah mengalami gangguan kesehatan jiwa dan sudah membaik, perselisihan antara anak perempuan dengan ayah kandung tersebut disebabkan adanya persoalan keluarga dan ekonomi.
“Sehari-harinya ayah dari perempuan itu bekerja jadi juru parkir dan mengumpulkan barang rongsok. Saat kebakaran, barang-barang bekas itu juga ikut terbakar. Saat kejadian kebakaran, ayahnya sedang markir dan kondisi rumahnya lagi kosong,“ jelasnya.(gil)







