BERITACIANJUR.COM – Puluhan rumah rusak dan tiga rumah ambruk di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur akibat pergerakan tanah yang terjadi pada Jumat (26/4/2024).
“Jadi retakannya sejak tahun lalu, tapi hanya retakan kecil. Ada penurunan tanah sekitar 10-20 centimeter. Tapi memang panjang sampai ratusan meter,” ujar Wakil Ketua BPD Desa Jatisari Ayi Raspan Sugilar, Jumat (26/4/2024).
Ia menjelaskan, saat itu sudah dilakukan pendataan dan pengecekan oleh pemerintah desa hingga BPBD Cianjur.
“Sudah dicek, tidak ada dampak, tapi warga tetap diimbau untuk waspada. Retakan tanahnya juga oleh warga langsung ditimbun dengan tanah agar air tidak masuk dan menyebabkan longsor,” terangnya.
Menurutnya, retakan dan pergerakan tanah kembali terjadi pada Mei 2024, di mana tembok dan keramik warga mengalami kerusakan.
“Ramadan kemarin mulai terasa dampaknya. Beberapa rumah warga keramiknya pecah dan temboknya retak. Tapi warga bertahan, karena mengiranya tidak akan bertambah parah. Tetapi ternyata tadi dini hari sampai menyebabkan rumah ambruk dan banyak yang rusak berat hingga ringan,” ungkapnya.
Terpisah, Camat Bojongpicung, Aziz Muslim mengatakan, pergerakan tanah tersebut dipicu hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut.
“Sebelumnya memang ada retakan kecil, tapi jadi parah karena hujan. Total ada tiga rumah ambruk dan puluhan rumah rusak. Ada juga rumah yang terancam. Dan yang terdata baru dua kampung, masih ada satu kampung lagi yang akan kami data,” tuturnya.
Sebanyak 77 keluarga yang rumahnya terdampak dan terancam sudah diungsikan sementara ke rumah kerabatnya.
“Sementara diungsikan ke kerabatnya. Untuk ke depannya apakah membuat tenda pengungsian masih menunggu keputusan dari BPBD,” tutupnya.(gap)





