Ratusan Rumah dan 100 Hektar Lebih Sawah Terendam Banjir, 8 Rumah Terisolir, BPBD Cianjur: Banyak Warga Diungsikan

BERITACIANJUR.COM – Ratusan rumah warga dan sawah di tiga kecamatan di Cianjur terendam banjir usai Sungai Cibodas meluap, Kamis (4/1/2024).

Hujan deras yang mengguyur Cianjur sejak pukul 14.00 Wib hingga sore hari, membuat sungai meluap dan membanjiri rumah warga hingga mencapai ketinggian 1 meter.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sukma Wijaya mengatakan, tiga kecamatan yang diterjang banjir yakni Kecamatan Haurwangi, Ciranjang, dan Bojongpicung. “Dari ketiga kecamatan yang terparah itu Kecamatan Ciranjang. Ketinggian air sampai 1 meter,” ujarnya, Kamis (4/1/2024).

Selain merendam ratusan rumah, lanjut Asep, banjir juga merusak area pesawahan milik warga. “Yang terendam ratusan rumah. Tapi data pastinya belum dapat laporan, karena tim masih di lokasi. Selain rumah, banjir juga merendam sawah, kemungkinan lebih dari 100 hektar sawah yang terendam,” jelasnya.

Meski demikian, lanjut Asep, tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir tersebut dan sebagian besar warga sudah mengungsi ke tempat yang aman. “Tidak ada korban. Tapi banyak yang diungsikan sementara ke tempat aman hingga banjir surut,” terangnya.

Tak hanya terendam banjir, namun terdapat 8 rumah warga Pasir Gadung, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang terisolir luapan banjir. Asep menegaskan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi.

“Rencananya perahu karet dikirimkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terisolir tersebut. Tadi anggota yang sudah di lokasi melapor akan mengevakuasi yang terisolir. Tapi butuh perahu karet. Kita segera kirimkan perahu karet dengan dayung,” katanya.

Saat ini. Asep mengaku pihaknya tengah melakukan pendataan jumlah rumah dan sawah yang terendam, serta jumlah warga yang mengungsi. “Masih didata jumlah keseluruhan dari 3 kecamatan yang dilanda banjir. Karena lokasinya berbeda-beda, butuh waktu untuk pendataan,” jelasnya.

Baca Juga  Dugaan Penyimpangannya Mencuat, KPU Mendadak Sulit Berikan Data kepada Wartawan, Ada Apa?

Sementara itu, warga Pasir Gadung, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Dadan Setiawan menyebutkan, sejumlah warga yang rumahnya terisolir karena mereka memilih bertahan tinggal di rumah saat Sungai Cibodas meluap.

“Jadi awalnya tuh mereka mengira banjir tidak akan separah ini. Ketika akan mengungsi, ketinggian air sudah satu meter dan deras. Jadinya mereka terjebak dan terisolir. Karena rumahnya berada tepat di tengah pesawahan,” ucapnya.

Warga sekitar lainnya, Ali Nurdin (45) mengatakan, peristiwa meluapnya Sungai Cibodas dan banjir terjadi sekitar pukul 16.00 Wib. Menurutnya, banjir yang terjadi saat ini di Ciranjang merupakan kejadian terparah sejak 10 tahun terakhir.(gil/gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *