BERITACIANJUR.COM – Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menghadiri rangkaian terakhir atau puncak acara Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang dihelat di Kota Bandung. Acara puncak tersebut bertajuk “Mahkota Ajeg Ki Sunda, Napak Tilas Padjadjaran Kota Bandung.”
Seperti diketahui, rangkaian kirab budaya tersebut digelar sejak 3 Mei 2026 diawali di Kabupaten Sumedang dan berakhir di Bandung pada Sabtu (16/5/2026). Sedangkan di Cianjur, kirab dihelat pada Rabu (6/5/2026) lalu.
“Penutupan Kirab Budaya Tatar Sunda parantos rengse (sudah selesai). Alhamdulillah masyarakat antusias. Hayu urang jadi, ngamumule budaya Sunda (Ayo kita jaga, melestarikan budaya Sunda),” ujar Wahyu melalui akun Instagram pribadinya @dr.mohammadwahyuferdian.
Dalam perhelatan puncak tersebut, Kabupaten Cianjur menampilkan tradisi “Mupusti Pandanwangi” yang merupakan warisan budaya masyarakat Cianjur yang sarat makna dan nilai filosofis.
Pandanwangi merupakan varietas unggul khas Cianjur yang hanya dapat tumbuh di wilayah Kota Tatar Santri serta menjadi simbol kehormatan dan sumber kehidupan masyarakat.
Masyarakat Cianjur telah lama memperlakukan padi Pandangwangi dengan penuh rasa hormat, kasih sayang, dan penghayatan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa atas pangan yang diberikan.
Tradisi Mupusti Pandanwangi menjadi wujud nyata upaya pelestarian budaya luhur Sunda, sekaligus menjaga kemurnian, kualitas, dan keberlangsungan padi Pandanwangi sebagai identitas budaya serta kebanggaan masyarakat Cianjur.
Kehadiran Pemkab Cianjur dalam acara penutupan kirab dipimpin langsung Bupati Cianjur yang didampingi Ketua TP PKK Cianjur beserta jajaran, Sekda Cianjur, para kepala OPD, serta para camat di lingkungan Pemkab Cianjur.(gil)







