BERITACIANJUR.COM – Dalam menyambut momentum Hari Kesaktian Pancasila, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cianjur terus memperkuat edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat hingga tingkat kecamatan dan desa.
Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K2K3) serta Keselamatan Ketenagalistrikan (K2) di berbagai wilayah Kabupaten Cianjur.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah preventif PLN untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat kewilayahan mengenai potensi bahaya kelistrikan, pencegahan kecelakaan masyarakat umum (K2MU), serta pentingnya menjaga jarak aman berbagai aktivitas dari jaringan listrik PLN.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian bersama dalam menjaga keselamatan di lingkungan masyarakat. Melalui edukasi keselamatan ketenagalistrikan, PLN mendorong keterlibatan masyarakat dan pemerintah kewilayahan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dari potensi bahaya listrik.
Sepanjang September 2026, edukasi keselamatan tersebut telah menyasar sejumlah wilayah kerja UP3 Cianjur. Di antaranya sosialisasi kepada perangkat Pemerintah Kecamatan Cianjur pada 30 September 2026, serta edukasi kepada masyarakat Desa Ranca, Kecamatan Sukanagara dan Desa Cibokor, Kecamatan Cibeber pada 29 September 2026.
Bangun Kesadaran Keselamatan dari Tingkat Kewilayahan
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menyampaikan bahwa keselamatan masyarakat merupakan bagian penting dari komitmen PLN dalam memberikan layanan ketenagalistrikan yang andal dan aman.
“Keselamatan ketenagalistrikan bukan hanya menjadi perhatian bagi pekerja PLN, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif masyarakat. Dalam semangat Hari Kesaktian Pancasila, kami ingin terus mendorong kepedulian dan gotong royong masyarakat dalam menjaga keselamatan di lingkungan sekitar. Melalui sosialisasi K2K3 ini, kami berharap perangkat kecamatan dan desa dapat menjadi mitra PLN dalam meneruskan pesan keselamatan kepada masyarakat hingga tingkat RT dan RW,” ujar Joharifin.
Ia menambahkan, keberadaan jaringan listrik membutuhkan ruang bebas yang harus dijaga agar aktivitas masyarakat tetap berada pada jarak aman. Sejumlah aktivitas seperti menebang pohon di dekat jaringan listrik, bermain layang-layang menggunakan benang kawat, mendirikan bangunan terlalu dekat dengan jaringan, maupun melakukan penyambungan listrik secara ilegal dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan gangguan kelistrikan.
Karena itu, PLN mendorong masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain serta segera melaporkan potensi bahaya kepada PLN melalui kanal resmi.
Perkuat Kolaborasi PLN dan Pemerintah Wilayah
Sementara itu, Manager PLN UP3 Cianjur, Muhamad Musa, menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah kewilayahan sebagai bagian dari upaya membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan secara berkelanjutan.
“Cianjur memiliki wilayah yang luas dengan kondisi geografis dan vegetasi yang beragam. Karena itu, edukasi langsung hingga tingkat kecamatan dan desa menjadi penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Kami mengimbau warga, termasuk di Desa Ranca dan Desa Cibokor, untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi bahaya seperti pohon atau ranting yang mendekati jaringan listrik maupun kondisi tiang yang berpotensi membahayakan,” tutur Musa.
Musa juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pemangkasan pohon yang berada dekat jaringan listrik secara mandiri. Penanganan dapat dikoordinasikan dengan PLN agar pekerjaan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.
Dalam rangkaian sosialisasi tersebut, PLN menyampaikan sejumlah edukasi penting kepada masyarakat, antara lain:
1. Menjaga jarak aman dari jaringan listrik, khususnya ketika melakukan aktivitas, pembangunan, maupun pekerjaan di sekitar jaringan.
2. Tidak melakukan pemangkasan pohon secara mandiri apabila pohon atau ranting berada dekat jaringan listrik dan segera berkoordinasi dengan PLN.
3. Menggunakan listrik secara aman, termasuk menghindari penggunaan steker secara berlebihan serta tidak melakukan penyambungan listrik secara ilegal.
4. Melaporkan potensi bahaya kelistrikan melalui fitur pengaduan pada aplikasi PLN Mobile, termasuk kondisi pohon yang mendekati jaringan, tiang listrik bermasalah, maupun gangguan kelistrikan lainnya.
Selain menyampaikan materi, PLN juga membuka ruang diskusi bersama perangkat wilayah dan masyarakat untuk mengidentifikasi potensi bahaya kelistrikan yang terdapat di lingkungan masing-masing. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong upaya pencegahan dilakukan lebih awal sebelum berkembang menjadi gangguan atau kejadian yang membahayakan masyarakat.
Pemerintah kecamatan dan jajaran pemerintahan desa menyambut baik langkah PLN dalam memberikan edukasi keselamatan secara langsung hingga tingkat tapak. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama sekaligus membangun lingkungan pemukiman yang lebih aman dan nyaman.
Melalui edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan, PLN UID Jawa Barat bersama PLN UP3 Cianjur berkomitmen membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan yang tidak hanya diterapkan di lingkungan kerja, tetapi juga tumbuh di tengah masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya PLN untuk menghadirkan layanan listrik yang aman, andal, serta memberikan manfaat bagi masyarakat Cianjur, sekaligus menerjemahkan nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari.(rls)







