Tanah Bergerak dan Longsor di Sukaresmi, Akses Jalan dan 4 Rumah Warga Rusak, Belasan Rumah Lainnya Terancam

BERITACIANJUR.COM – Fenomena pergerakan tanah dan bencana longsor melanda Desa Rawa Belut, Kecamatan Sukaresmi, Cianjur.

Bencana tersebut menyebabkan empat rumah warga rusak dan akses jalan desa sempat lumpuh. Bahkan belasan rumah warga lainnya terancam pergerakan tanah dan longsor.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan akibat pergerakan tanah yang melanda pada Kamis (16/3/2026) lalu, sebanyak 12 jiwa terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabatnya sejak satu pekan terakhir.

Selain itu, sambung dia, kondisi hujan dengan itensitas yang tinggi juga telah menyebabkan bencana longsor yang menghalangi akses jalan desa pada Jumat (24/3/2026).

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak aparat desa untuk menanggulangi bencana alam tersebut.

“Kami sudah mendapatkan laporan bencana di wilayah itu dan menurut laporan memang ada 4 rumah warga yang terdampak dan jalan rusak. Saat ini kami terus berkoordinasi dengan desa dan pihak terkait lainnya untuk melakukan penanggulangan,” ujar Asep saat dihubungi beritacianjur.com, Sabtu (25/3/2026).

“Untuk pergerakan tanah memang sudah terjadi beberapa hari yang lalu, namun untuk longsor kemarin baru saja ada laporan dari desa dan material longsor sempat mengahalangi akses jalan, namun Alhamdulillah sudah ditangani oleh warga dan pemerintah setempat,” tambahnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk terus waspada terutama belasan rumah warga yang berada di titik rawan bencana pergerakan tanah dan longsor. Mengingat, sambung dia, kondisi cuaca ekstrem juga saat ini masih melanda wilayah Cianjur.

“Untuk warga yang terancam pergerakan tanah dan longsor agar meningkatkan kewaspadaannya dan melakukan siaga dini dengan mengungsi ke tempat yang aman untuk sementara. Kami juga akan terus memonitoring dan bersiaga dalam melakukan penanggulangan bencana serta mengimbau masyarakat waspada cuaca esktrem,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Desa Rawabelut, Syarif Hidayat mengungkapkan, empat rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah tersebut tepatnya terjadi di tiga kampung di Desa Rawabelut, antara lain Kampung Cipeteuy, Gunung Hawu, dan Lembur Kandang.

“Terdapat 4 rumah yang rusak, dan belasan rumah terancam. Saat ini ada belasan jiwa yang masih mengungsi yang kami siapkan di sejumlah titik pengungsian,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar di wilayah Desa Rawabelut merupakan zona rawan longsor dan pergerakan tanah sehingga diperlukan adanya perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Sebagai langkah antisipatif, pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan BPBD Cianjur dan terus menyiapkan beberapa lokasi pengungsian, terutama untuk korban yang terdampak dan belasan rumah warga yang terancam pergerakan tanah.

“Kejadian ini sudah kami laporkan kepada BPBD Cianjur, namun memang karena cuaca ekstrem yang terus terjadi menyebabkan pergerakan tanah terus meluas. Kami juga sudah menyiapkan lokasi pengungsian, walaupun beberapa warga ada yang tetap memilih mengungsi di rumah kerabatnya,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *