Tekan Kasus Tertemper, PT KAI Tutup 19 Perlintasan Liar di Wilayah Daop 2 Bandung, 7 di Antaranya di Cianjur

BERITACIANJUR.COM – PT KAI menutup 19 perlintasan liar di wilayah Daop 2 Bandung, 7 di antaranya berada di Kabupaten Cianjur.

“Selama periode Januari hingga Juni 2024, ada 19 titik perlintasan liar yang kami tutup dan kebanyakan ada di Cianjur,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Ayep Hanapi, Kamis (6/6/2024).

Ia menuturkan, 19 titik pelintasan liar itu tersebar di beberapa daerah, di antaranya 7 titik di Cianjur, 6 titik di Garut, 4 titik Ciamis, 1 titik di Bandung, dan 1 titik di Purwakarta.

“Langkah penutupan perlintasan liar itu dilakukan untuk meminimalisir kasus tertemper kereta api, pasalnya selama 6 bulan terakhir tercatat ada 23 kasus tertemper,” jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, salah satu kasus tertemper kereta terjadi di Cianjur pada 20 Mei 2024. Di mana seorang pemuda tewas saat menongkrong di jalur perlintasan kereta relasi Sukabumi-Cianjur-Cipatat.

“Untuk kasus kendaraan yang tertemper atau dengan kata lain terserempet atau tertabrak kereta itu ada 10 kasus, sedangkan untuk kasus orang tertemper itu ada 13 kasus di Daop 2 Bandung ini,” terangnya.

Menurutnya, selain melakukan penutupan perlintasan liar, pihaknya juga akan bekerja sama dengan pemerintah di setiap daerah untuk menempatkan petugas di perlintasan tanpa palang pintu.

Sebab, kewenangan penempatan petugas dan pemasangan palang saat ini ditangani berdasarkan status jalan.

“Kalau jalannya kewenangan kabupaten nanti palang pintu dan petugas jaganya oleh pemerintah daerah, kalau perlintasannya di tingkat kelurahan dan desa itu ditangani oleh lurah dan kades,” bebernya.

Ia meminta warga untuk tidak beraktivitas di kawasan dan di jalur perlintasan kereta, sebab berisiko tertemper kereta.

“Hal tersebut selalu kami sampaikan, namun memang masih sulit. Banyak warga yang jalan ataupun nongkrong di perlintasan, padahal jelas berbahaya,” ungkapnya.

Baca Juga  Gantikan Ridwan Kamil, Ini Profil Bey Machmudin yang Resmi Jadi Pj Gubernur Jawa Barat

“Dari segi aturan juga sudah jelas, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di jalur kereta. Kami berharap masyarakat lebih taat untuk mencegah insiden tertemper,” tandasnya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *