Tragedi Keracunan Massal Terjadi Lagi, Puluhan Warga Muntah hingga Diare, 1 Orang Meninggal

BERITACIANJUR.COM – Peristiwa keracunan akibat hidangan hajatan pernikahan kembali terjadi di Cianjur. Setelah sebelumnya dialami 53 warga Kecamatan Cikadu, kini menimpa 56 warga Cijati dan 1 orang meninggal dunia.

Kepala Puskesmas Cijati, Linda mengatakan, keracunan massal tersebut terjadi di Kampung Cukanggaleuh, Desa Cibodas, Kecamatan Cijati. Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi selama 2 hari, sebanyak 56 orang mengeluh mual muntah hingga diare, hingga menyebabkan 1 orang meninggal dunia.

“Temuan kasus pertama terjadi pada Sabtu (20/4/2024) pagi, di mana tercatat ada 5 warga yang mengalami keracunan. Sehari berselang, kembali bermunculan warga yang mengalami gejala keracunan mulai dari pusing, muntah, hingga diare berat pada Minggu (21/4/2024). Total ada sebanyak 51 orang yang dirawat pada Minggu siang,” ujarnya Minggu (21/4/2024).

Linda menjelaskan, semua warga yang keracunan mengonsumsi makanan yang sama, yakni masakan dari salah satu warga yang menggelar hajatan pernikahan.

“Warga yang mengalami keracunan pada hari Sabtu telah mengonsumsi besek makanan yang dibagikan sejak hari Jumat. Jadi di selatan kan kebiasannya sehari sebelum hajatan dibagikan makanan pada warga sekitar. Dari makanan yang dibagikan itu ada yang keracunan 5 orang. Sedangkan yang mengalami keracunan tadi siang, yakni mereka yang makan saat acara hajatannya,” ucap dia.

Dari 56 orang yang mengalami keracunan tersebut, sambung dia, satu orang warga yakni S (62) meninggal dunia. Sedangkan sebanyak 5 orang masih dirawat dan 50 lainnya sudah dipulangkan karena kondisinya yang mulai membaik.

“Jadi ada satu orang meninggal diduga karena keracunan. Yang meninggal ini termasuk dalam korban keracunan hari kemarin. Mulai mengalami gejala pada Sabtu dini hari, sempat dicek oleh mantri setempat. Sudah disarankan untuk dibawa ke puskesmas, tapi tidak langsung dibawa oleh keluarganya. Dan pada Sabtu pagi warga tersebut meninggal,” kata dia.

Baca Juga  Aksi Buruh Cianjur, Suara Desahan hingga Suara Tembakan, Diwarnai Ricuh hingga Peduli Kebersihan

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur Frida Layla Yahya mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan tim untuk memastikan penyebab keracunan massal tersebut.

“Setelah mengetahui adanya kejadian itu, tim sudah ke puskesmas untuk ambil sampel makanan dan muntahan. Karena kan kejadiannya dua hari berturut-turut dari sumber makanan yang sama. Tapi untuk pastinya kita menunggu hasil uji laboratorium,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Sukamulya, Kecamatan Cikadu, Cianjur dihebohkan dengan peristiwa keracunan massal, Jumat (19/4/2024). Sebanyak 53 warga yang keracunan sebagian dirawat di puskesmas.

Saat dihubungi melalui telepon seluler, Camat Cikadu, Buddy mengatakan, kejadian bermula warga mengikuti acara syukuran pernikahan di rumah salah seorang warga lalu menyantap hidangan yang disediakan oleh pemilik rumah pada Kamis (18/4/2024).

“Jadi awalnya ada beberapa orang yang mual, muntah serta mengalami pusing. Tapi pada Jumat pagi jumlahnya semakin banyak, total ada 53 orang yang mengalami gejala keracunan tersebut,” ujarnya, Jumat (19/4/2024).(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *