7 Hari Kepergian Alinda, Anak Korban Gempa Cianjur, Keluarga Gelar Pengajian

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR – Suasana haru masih menyelimuti rumah keluarga Alinda Dela Puspita binti Nurjaman (4), anak korban gempa Cianjur di Kampung Kebon Kawung, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur.

Tepat hari ini, Senin (28/11/2022) merupakan 7 hari kepergian Alinda menghadap sang Ilahi. Keluarga besar pun menggelar pengajian sederhana yang dihadiri kerabat dan tetangga terdekat di kediaman nenek Alinda di Jalan Lika Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur.

Pasca-gempa terjadi, kedua orang tua Alinda memang langsung membawa jenazah sang anak dari rumah sakit ke rumah nenek pihak ibu yang selanjutnya dimakamkan di TPU Sirnalaya, Cikaret.

Tak banyak barang dan harta benda yang bisa diselamatkan, karena seluruh bangunan rumah roboh dan hampir rata dengan tanah. Beruntung, dua saudara Alinda yang lain bisa selamat dan kini dalam keadaan sehat.

Ibu Alinda, Novi Delawati (33) mengatakan, masih merasa kehilangan atas kepergiaan sang anak. Apalagi Alinda merupakan anak yang pintar, karena ia sudah mulai bersekolah di salah satu PAUD di Kampung Kebon Kawung, Desa Gasol.

“Alinda itu anak kedua dari tiga bersaudara. Kami masih sangat kehilangan dan syok dengan peristiwa gempa ini,” ujarnya kepada Berita Cianjur, Senin (28/11/2022).

Novi juga menceritakan, saat kejadian gempa, ia dan tiga orang anaknya sedang berada di rumah sementara suaminya, Cecep Nurjaman sedang pergi bekerja.

Anak sulung, M Alvin Qir’ana Nurjaman (7), diketahui sedang bermain di halaman belakang rumah bersama temannya. Sementara Alinda sedang bermain di teras rumah neneknya dan anak bungsu, Adela Juwita Nurjaman yang masih berusia 8 bulan sedang berada di dalam roda bayi.

“Saking panik rumah roboh, saya berusaha menyelamatkan anak-anak. Saya raih anak paling kecil dan saat teriak nama Alin malah tidak ada jawaban. Saya nangis dan bingung harus berbuat apa, karena kaki juga tertimpa reruntuhan. Saat itu saya hanya pasrah, karena suasana mendadak menjadi gelap (pingsan),” ungkapnya.

Baca Juga  Kasus Perselingkuhan, Ini Fakta Mengejutkan, Harapan dan Sosok US di Mata Warga

Setelah kejadian, paman dan kakek Alinda langsung datang menyelamatkan Novi serta ketiga anaknya. Tapi nahas, Alinda tidak bisa bertahan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia usai dibawa ke RSUD Sayang Cianjur.

Sebelumnya, prosesi pemakaman Alinda Dela Puspita turut dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, pada Selasa (22/11/2022) pagi.

“Kami hadir semata-mata untuk membersamai rasa duka, karena kejadian gempa ini menelan banyak korban,” ujar pria yang karib disapa Kang Emil itu di TPU Sirnalaya.

Emil yang didampingi Bupati Cianjur Herman Suherman, lantas memimpin doa dalam pemakaman yang diwarnai tangis haru itu.

“Mari doakan, mudah-mudahan dilapangkan di alam kuburnya,” ungkapnya.

Sementara itu, update gempa Cianjur per 28 November 2022, korban meninggal ada 321 jiwa dan 11 jiwa masih dalam pencarian.

Sebanyak 595 orang mengalami luka-luka dan 73.693 warga terpaksa harus mengungsi ke posko-pokso pengungsian yang tersebar di sejumlah daerah.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.