Bantu Penanganan Banjir di Mande, Polres dan PMI Cianjur Terjunkan Nakes hingga Bantuan Logistik

BERITACIANJUR.COM – Polres dan PMI Cianjur mengirim bantuan ke Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur, Jumat (1/5/2026).

Wilayah tersebut dilanda banjir bandang yang menyebabkan puluhan rumah warga terendam dan 60 keluarga lebih diungsikan. Banjir melanda selama dua hari berturut-turut.

Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengatakan selain menerjunkan tim tenaga kesehatan (nakes) untuk memeriksa kondisi warga yang terdampak banjir bandang, pihaknya juga memberikan bantuan logistik.

“Karena ada yang mengeluhkan sakit dan dampak lain dari banjir, kami terjunkan nakes untuk memeriksa kondisi kesehatan warga. Jadi agar kondisi kesehatan warga tidak bertambah parah, maka langsung ditangani,“ ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Terkait bantuan logistik, ia menyebutkan hal tersebut dilakukan untuk bisa menjamin korban agar tidak kekurangan makanan.

“Kami berikan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak banjir. Di lokasi, kepala desa juga sudah membuat dapur umum,“ ungkapnya.

Untuk mengantisipasi penanganan banjir secara jangka panjang, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur untuk melakukan pengerukan sungai.

“Karena dugaannya penyebab banjir akibat pendangkalan sungai, maka kami akan bersama-sama melakukan pengerukan agar sungai kembali normal ketika terjadi peningkatan volume air saat hujan,” jelasnya.

Tak hanya Polres, bantuan juga datang dari PMI Cianjur yang menerjunkan belasan anggotanya untuk melakukan evakuasi dan dan pembersihan material lumpur akibat banjir.

Ketua PMI Cianjur, Ahmad Fikri, menyebutkan pihaknya juga menyalurkan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir.

“Selain bantuan logistik, relawan kami juga melakukan pembersihan di titik yang mulai surut. Hal itu dilakukan agar masyarakat bisa segera kembali ke rumahnya,“ pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang wilayah Kampung Cibolang, Desa Jamali, Kecamatan Mande, Cianjur, Jumat (1/5/2026).

Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu, tapi puluhan rumah warga terendam banjir yang disebabkan luapan arus sungai. Bahkan satu rumah mengalami rusak parah hingga jebol sehingga barang berharga tak banyak yang bisa diselamatkan akibat hanyut terbawa banjir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beritacianjur.com, wilayah Kampung Cibolang sudah dilanda banjir selama berturut-turut. Pada Jumat (1/5/2026) sore, hujan deras terus mengguyur selama beberapa jam, hingga akhirnya saat menjelang Magrib, ketinggian air mencapai 1,5 meter lebih.

Kepala Desa Jamali, Cece Rusmana, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ketinggian air awalnya hanya 30 centimenter, namun ketinggiannya terus naik akibat luapan air suangai yang terjadi sejak sore hari.

“Iya awalnya ketinggian airnya hanya 30 cm. Tapi karena luapan air sungai terus terjadi sejak sore, ketinggian airnya terus naik,“ ujarnya.

Dari puluhan rumah yang terendam banjir, sambung dia, terdapat satu rumah warga yang mengalami rusak parah hingga jebol akibat hantaman arus banjir.

“Total yang terendam sebanyak 35 rumah dan 60 keluarga lebih harus diungsikan. Satu rumah jebol dan barang berharganya habis terbawa banjir,“ ungkapnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *