BERITACIANJUR.COM – Menyuarakan kekecewaan buruknya pelayanan publik dan dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Cianjur, massa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cianjur menggeruduk kantor DPRD Cianjur, Kamis (15/5/2025).
Ketua GMNI Cianjur, Agus Rama Tunggara mengatakan, aksi dihelat dilatarbelakangi kondisi tertutupnya informasi publik dan buruknya pelayanan kesehatan di Cianjur. Mereka juga menuntut adanya transparansi terkait anggaran.
Menurutnya, sejumlah informasi di website resmi Pemkab Cianjur yang tidak dapat diakses menimbulkan kecurigaan adanya indikasi korupsi.
“Kondisi ini menjadi bentuk pembungkaman gaya baru terhadap hak publik dalam memperoleh informasi,” ujarnya, Kamis (15/5/2025).
Ia menegaskan, sejumlah informasi penting di website resmi Pemkab Cianjur tidak tersedia secara lengkap dan akurat. Ia menduga hal ini merupakan upaya untuk menyembunyikan data anggaran yang seharusnya dapat diakses oleh masyarakat.
“Kita menduga ada korupsi pengelolaan website karena beberapa portal resmi bermasalah semua. Saat kami menanyakan soal anggaran website, jawabannya itu dokumen rahasia. Ini bentuk lain dari pembungkaman terhadap masyarakat,” tegasnya.
Selain persoalan website, GMNI Cianjur juga menyoroti buruknya pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Mulai dari kasus pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang dipaksa datang ke Puskesmas Warungkondang, serta pasien lain yang menderita sakit selama tiga tahun namun belum mendapatkan penanganan medis yang memadai.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa wilayah yang telah memakan korban jiwa, namun tidak mendapat tanggapan serius dari Pemkab Cianjur. “Respon dari pejabat publik sangat minim,“ sebutnya.
Jika semua tuntutannya tidak diindahkan, sambung dia, GMNI bakal menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar serta mendesak pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mengusut dugaan penyelewengan anggaran. “Kami siap melaporkan ke kejaksaan jika perlu,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika merespons positif aspirasi yang disampaikan GMNI. Ia menyambut baik kedatangan mahasiswa dan berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mereka.
“Saya senang mereka hadir dan menyampaikan aspirasi serta gagasan. Semoga ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujar Metty.
Terkait akses website, Metty menjelaskan bahwa situs DPRD sebenarnya masih dapat diakses. Ia juga membuka peluang untuk langkah transparansi lebih lanjut.
“Kita di DPRD siap membuka ruang transparansi, karena memang sudah seharusnya begitu,” pungkasnya.(iky)







