Waspada Peredaran Pita Cukai Palsu, Masyarakat Diminta Lebih Teliti

BERITACIANJUR.COM – Peredaran pita cukai palsu kembali menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya konsumsi produk hasil tembakau. Pita cukai yang seharusnya menjadi tanda legalitas dan pengendalian resmi dari pemerintah, ternyata banyak dipalsukan dengan berbagai cara.

Direktorat Jenderal Bea Cukai menyampaikan kondisi tersebut tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan cukai, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat luas.

Ciri-ciri pita cukai palsu dapat dikenali dari beberapa aspek penting. Palsu umumnya dicetak menggunakan kertas HVS biasa yang berbeda dengan kertas khusus pada pita cukai asli. Selain itu, kualitas cetakan terlihat buram dan tidak jelas, sehingga angka maupun tulisan pada pita cukai mudah memudar.

Perbedaan lain dapat dilihat dari hologram yang seharusnya menjadi elemen pengaman. Pada pita cukai palsu, hologram tampak kabur, tidak beraturan, dan berbeda jauh dari aslinya. Bahkan, dalam beberapa kasus, pita cukai tiruan sama sekali tidak dilengkapi dengan fitur sekuritas khusus yang menjadi standar perlindungan resmi.

Maraknya pita cukai palsu menunjukkan adanya upaya pihak-pihak tertentu untuk menghindari kewajiban pembayaran cukai. Hal ini jelas berdampak pada berkurangnya penerimaan negara yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pembiayaan layanan publik.

Lebih dari itu, keberadaan pita cikai palsu juga mendorong peredaran rokok ilegal yang bisa merugikan konsumen, baik dari sisi kualitas produk maupun dari aspek kesehatan.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan teliti saat membeli produk hasil tembakau. Mengenali perbedaan pita cukai asli dan palsu menjadi langkah awal untuk menghindari kerugian.

Dengan kewaspadaan bersama, diharapkan praktik pemalsuan pita cukai dapat diminimalisir, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam memberantas peredaran barang kena cukai ilegal di pasaran.(gil/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Timeline