Ada Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda, Ini Ruas Jalan Protokol di Cianjur yang Bakal Ditutup

BERITACIANJUR.COM – Perhelatan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda bertajuk “Nyuhun Buhun, Nata Nagara, Binokasih Mulang Salaka” bakal menyusuri jalan-jalan utama di Cianjur, Rabu (6/5/2026).

Start kirab bakal dimulai pukul 18.30 Wib, namun Dinas Perhubungan (Dishub) Cianjur akan mulai melakukan rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan-jalan utama sejak pukul 16.00 Wib sampai dengan 22.00 Wib.

Kepala Dishub Cianjur, Aris Haryanto, mengatakan jalur kirab bakal dimulai dari Taman Prawatasari melalui Jalan Pangeran Hidayatullah, Jalan Siliwangi, Jalan Adi Sucipta, Mangunsarkoro, Siti Jenab, dan finish di Pendopo Cianjur.

“Dimulai di Taman Prawatasari dan berakhir di pintu utama Pendopo Cianjur. Jadi ada lima ruas jalan yang dilalui iring-iringan,” ujarnya, belum lama ini.

Berkaitan dengan hal tersbut, Aris menyebutkan arus kendaraan bakal dialihkan sementara ke jalur alternatif lainnya.

“Jalan yang bakal ditutup itu Jalan Siliwangi tepatnya dari pertigaan Jalan Gatot Mangkupraja, persimpangan Jalan Amalia Rubini, persimpangan Jalan Otista, persimpangan Jalan Imun Sulaiman, serta perempatan Jalan Moch. Ali dan Mangunsarkoro,” bebernya.

Dikarenakan penutupan tersebut bakal mulai diberlakukan mulai pukul 16.00 Wib hingga pukul 22.00 Wib, sambung dia, masyarakat Cianjur atau pengendara masih bisa melintasi jalan-jalan tersebut sebelum pukul 16.00 Wib.

Selain itu, ia juga menginformasikan bagi masyarakat yang hendak menyaksikan kirab budaya dan membawa kendaraan pribadi, pihaknya menyiapkan sejumlah kantung parkir.

Kantung-kantung parkir tersebut antara lain di Kantor Setda Kabupaten Cianjur (VVIP), SMAN 1 Cianjur, SMKN 1 Cianjur, MAN 1 Cianjur, Kantor Badan Kesbangpol, Parkir Timur Alun-alun Cianjur, PDAM di Jalan Siliwangi, Gedung Bale Rancage, tepi Jalan HOS Cokroaminoto, tepi Jalan Mangunsarkoro, tepi Jalan Suroso, serta tepi Jalan Siti Bodedar (Jalan Masjid Agung).

Berikut Susunan Peserta Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda:
1. Janur Buah 9 Buah.
2. Penari Bali dan Sunda.
3. Payung 4 Buah.
4. Kuda Pengawal 2 Orang.
5. Kuda Tunggang Gubernur Jabar.
6. Kuda Tunggang Wakil Gubernur Jabar.
7. Kuda Tunggang Bupati dan Wakil Bupati Cianjur.
8. 4 Kuda Tunggang (Penumpang disesuaikan dengan undangan VIP/VVIP).
9. Kereta Kijagarasa (Mahkota Binokasih).
10. Kereta Nyi Mas Melati (kosong).
11. Kereta Nyi Mas Melati LP (penumpang menyesuaikan).
12. Kereta Tambahan.
13. Pengawal Tambahan.
14. Kesenian dari 27 Kota/Kabupaten dengan Kota/Kabupaten Tuan Rumah sebagai Kepala Rangkaian Kesenian.

Kabupaten Cianjur sebagai tuan rumah bakal menampilkan kesenian Ngarak Posong. Kesenian ini merupakan tradisi unik yang berasal dari Cianjur, yang merupakan perpaduan menarik antara seni pertunjukkan, ungkapan rasa syukur, dan kearifan lokal masyarakat setempat. Seperti diketahui, Ngarak artinya kirab atau pawai, sementara Posong adalah alat tangkap belut yang terbuat dari bambu.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *