BERITACIANJUR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur mencatat jumlah rumah warga yang terdampak bencana banjir sebanyak 1.100 rumah, 12 di antaranya mengalami kerusakan berat.
Kepala BPBD Cianjur, Asep Kusmanawijaya mengatakan, 12 rumah yang rusak berat tersebar di 3 kecamatan. Sementara dari jumlah total 1.100 rumah yang terdampak, lanjutnya, tercatat sekitar 2.800 jiwa terdampak bencana banjir.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Setelah surut, warga langsung membersihkan rumah dan kini sudah kembali menempati rumahnya masing-masing. Sementara untuk warga yang rumahnya rusak berat, mengungsi ke kediaman saudaranya,“ ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Meski kerugian materi akibat bencana banjir belum dihitung secara rinci, namun pihaknya menaksir mencapai miliaran rupiah mengingat tak hanya rumah, namun juga banyaknya barang-barang milik warga yang rusak.
“Selain rumah yang rusak, barang-barang milik warga yang terdampak banjir juga banyak yang rusak. Jadi kalau dihitung mungkin bisa mencapai miliaran rupiah,“ ungkapnya.
Asep menyebutkan, untuk rumah rusak berat, saat ini masih dalam pendataan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Cianjur. Menurutnya, pendataannya lebih fokus kepada tingkat kerusakan secara detail seperti dinding yang jebol dan struktur bangunan yang terdampak.
“Jadi kerusakan rumah yang dimaksud itu bukan roboh, tapi dindingnya yang jebol. Untuk dasar pengajuan bantuan sosial melalui Dinas Sosial, saat ini Dinas Perkim sedang memverifikasi untuk mengukur kerugian,“ jelasnya.
Tak hanya melakukan penanganan, BPBD juga menyoroti keberadaan sejumlah bangunan atau rumah yang berdiri di atas maupun terlalu dekat dengan bantaran sungai.
“Jadi ke depannya, rumah atau bangunan itu akan ditertibkan, karena rumah di atas sungai otomatis tidak memiliki izin. Termasuk yang berada terlalu dekat dengan bantaran sungai, itu juga membuat aliran sungai menyempit. Semua itu harus ditata ulang oleh instansi teknis,“ pungkasnya.(iky)







