Bukan Hanya Judi Online, Istri di Cianjur Ajukan Gugat Cerai karena Suaminya Gay

BERITACIANJUR.COM – Bukan hanya dipicu kecanduan judi online, ternyata alasan suami penyuka sesama jenis alias gay turut jadi pemicu kasus perceraian di Cianjur.

“Saya beberapa kali memimpin kasus gugat cerai karena suami menjadi gay. Jadi biasanya selingkuh itu ada Wanita Idaman Lain (WIL) atau ada Pria Idaman Lain (PIL), ini malah selingkuh sesama jenis,” ujar Humas Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Cianjur, Ahmad Rifani, belum lama ini.

Untuk periode 2024 ini, lanjutnya, perceraian akibat perselingkuhan sesama jenis tersebut ada dua hingga tiga kasus.

“Ada juga yang dua tahun pernikahan istrinya digauli, lalu tahun berikutnya istrinya tak pernah disentuh lagi. Ternyata suaminya jadi gay. Beberapa di antaranya bahkan sudah memiliki anak,” paparnya.

Sebelumnya, PA Cianjur mengungkapkan bahwa ada ratusan pasangan suami-istri di Cianjur yang bercerai gegara kecanduan judi online.

Selama periode Januari hingga Juni 2024, sebanyak 2.373 perkara masuk ke Pengadilan Agama dan 1.800 di antaranya merupakan gugatan perceraian.

“Saat ini gugatan cerai dan cerai talak jumlahnya cenderung sama, perbandingannya hampir 50-50. Total dua perkara itu mencapai 1.800 kasus,” ujar Ahmad Rifani, Rabu (12/6/2024).

Ia menyebut, kecanduan judi online menjadi fenomena baru kekinian yang memicu perceraian pasangan suami-istri tersebut.

“Kalau dulu kan biasa dipicu faktor ekonomi, mulai dari nafkah ataupun kondisi ekonomi keluarga. Tapi belakangan ini ada fenomena baru, banyak yang dipicu oleh judi online, baik yang dilakukan suami ataupun istrinya,” terangnya.

Bahkan, lanjutnya, dalam setiap 20 kali sidang yang dijalaninya setiap hari, terdapat 2 hingga 3 kasus perceraian yang dipicu judi online.

“Jumlah perceraian karena judi online makin tahun makin banyak. Kalau diakumulasikan bisa ratusan yang dipicu judi online,” bebernya.

Baca Juga  Hendak Ambil Ember, Kakek di Kecamatan Leles Tewas Tercebur ke Sumur

Menanggapi itu, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengeluarkan kebijakan untuk menekan angka perceraian di Kota Santri, salah satunya dengan cara meminta pabrik untuk membuka loker lebih banyak untuk laki-laki.

“Nantinya pabrik harus memperbanyak tenaga kerja laki-laki dari pada perempuan. Untuk menakan perceraian, jadi laki-laki bekerja, istri di rumah. Insya Allah rumah tangga bisa harmonis,” tutupnya.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *