BERITACIANJUR.COM – Di saat banyak orang mengeluh cuaca panas di musim kemarau, Cianjur memamerkan pesona keindahannya lewat bunga Tabebuya yang bermekaran di sejumlah ruas jalan.
Kombinasi keindahan warna kuning, putih, dan merah muda yang dipancarkan bunga Tabebuya menjadi perhatian warga. Keindahan itu terlihat di sejumlah ruas jalan, di antaranya di Jalan Arya Cikondang, Jalan Siliwangi, serta di sekitaran Alun-alun Cianjur.
Bagi warga Cianjur, kehadiran bunga Tabebuya yang bermekaran memberikan kesan memperindah suasana perkotaan dan menyegarkan di tengah teriknya kemarau.
“Selain estetis, pohon Tabebuya yang bermekaran memberikan kesan menyegarkan. Kombinasi warnanya terlihat kontras dengan lingkungan perkotaan,“ ujar salah seorang warga, I Komang Arya (18), Jumat (11/9/2026).
Sekadar informasi, Tabebuya merupakan pohon pelindung berukuran besar dari famili Bignoniaceae dari Brasil dan sering dijuluki “sakura tropis” karena bentuk bunganya mirip dengan bungan Sakura saat bermekaran. Bentuknya seperti terompet dan sering tumbuh bergerombol lebat di dahan.
Menurut Komang, keindahan perkotaan Cianjur semakin terlihat ketika bunga Tabebuya bermekaran secara bersamaan di sepanjang jalan.
“Deretan pohon Tabebuya yang berbunga serentak membuat suasana jalan menjadi lebih indah dan menarik secara visual. Selain mempercantik lingkungan, keberadaannya juga memberikan rasa nyaman bagi pengguna jalan,” tuturnya.
Ia menilai, proses mekarnya bunga secara massal dalam waktu yang relatif singkat menjadi salah satu hal yang menarik dari Tabebuya.
“Yang paling menarik perhatian adalah bunganya bisa mekar secara massal dan serentak. Bentuk bunganya yang menyerupai terompet dengan warna cerah juga membuat Tabebuya memiliki daya tarik tersendiri,” jelasnya.
Dia berharap keberadaan Tabebuya dapat diperbanyak di sejumlah ruas jalan, taman kota maupun ruang publik di Cianjur.
“Saya berharap Tabebuya dapat lebih banyak ditanam di jalan protokol, taman kota dan ruang publik lainnya di Cianjur. Kalau penanamannya dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, bisa menjadi identitas visual Cianjur dan bahkan daya tarik wisata,” katanya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifai, mengatakan Tabebuya biasanya mulai berbunga saat musim kemarau.
“Biasanya mekar di musim kemarau. Setelah bertahun-tahun akhirnya mekar sempurna, jadi memberikan pemandangan indah untuk warga Cianjur. Pemkab Cianjur sengaja menanam Tabebuya. Selain penghasil oksigen dan peneduh, Tabebuya juga indah terutama saat bunganya mekar,” pungkasnya.(zal)









