BERITACIANJUR.COM – Berharap adanya bantuan pendampingan psikiater untuk mempercepat pemulihan. Itulah yang diharapkan Dede (34), anak ke 3 dari 6 bersaudara di Kampung/Sabandar Kidul, RT 02/RW 03, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Cianjur, yang beberapa saudaranya mengalami gangguan jiwa.
Dede mengaku sangat terpukul dengan kondisi beberapa keluarganya yang mengalami gangguan jiwa. Mereka adalah Ai Yulianti (40), Asep Saepuloh (38), Rizki Nurpalah (33), dan anak dari Ai, Resa Armelia (20).
Mewakili keluarganya, ia mengharapkan adanya bantuan pendampingan psikiater untuk membantu memulihkan kesehatan jiwa yang dialami keluarganya tersebut.
“Saya sangat ingin melihat kondisi kakak, adik dan keponakan saya yang terindikasi gangguan jiwa, cepat sembuh seperti semula. Jujur sangat sedih melihat kondisi ini walaupun saya tetap sabar dan menerima keadaan ini,” ujar Dede saat ditemui beritacianjur.com, Senin (8/9/2025).
Namun, Dede mengungkapkan, harapannya tersebut selama ini tak pernah tercapai karena selalu terbentur dengan kenyataan kondisi faktor ekonomi keluarganya saat ini.
Pasalnya, Dede dan adik kandungnya yaitu Rendi (30) mengaku sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, mengingat pekerjaan mereka yang berpenghasilan rendah.
“Saya bekerja sebagai sales di salah satu produk perabotan, dan penghasilan saya jujur kadang tidak cukup untuk bantu kebutuhan di rumah terutama melihat kondisi kakak dan adik saya, apalagi Rendi adik saya juga bekerja serabutan menjadi kuli bangunan, yang kadang tidak tentu pekerjaannya,” paparnya.
Sebab itu, pihaknya mengharapkan adanya bantuan dari pemerintah untuk menyediakan psikiater bagi saudara-saudaranya. “Saya ingin sekali dari dulu bayar psikiater tapi tidak ada uang untuk bayarnya, ada pun penghasilan saya ya kadang habis buat keperluan sehari-hari, karena harus memenuhi makan sehari-hari kakak dan adik saya,” tuturnya.
Meski mengharapkan hal itu, pihak keluarga terutama Dede dan Rendi tentu saja tidak akan pernah menyerah untuk terus berupaya membantu proses penyembuhan kesehatan jiwa saudaranya tersebut.
“Kami juga akan terus memberikan kehangatan kepada keluarga saya yang sedang alami gangguan jiwa, dengan berharap bisa cepat pulih. Mau bagaimanapun mereka tetap keluarga saya, jadi saya akan terus berjuang,” bebernya.
Sementara itu, Yana Mulyana (47) tetangga korban, menjelaskan bahwa warga sekitar sudah mencoba untuk membantu keluarga Dede dalam hal mencari solusi guna memecahkan permasalahan dari keluarga tersebut.
“Saya dan warga di sini sudah sering mencari solusi agar membantu keluarga mereka. Pernah diusulkan untuk dipindahkan ke rumah singgah, namun katanya sedih kalau berpisah dengan kakak dan adiknya walaupun dalam keadaan gangguan jiwa,” katanya.
Meski begitu, ia mengaku akan terus berupaya membantu dan mendorong pemerintahan agar memerhatikan kondisi keluarga mereka.
“Sudah semestinya jika ada keluarga seperti ini memang diperhatikan oleh pemerintah, sudah tugasnya. Terlebih keluarga mereka ekonominya rendah kasian, jadi harus ada solusi ke depannya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, satu keluarga di Kampung Sabandar Kidul, RW 03/RT 02, Desa Sabandar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur mengalami gangguan kesehatan jiwa.
Berdasarkan informasi, empat orang tersebut yakni Asep Saepuloh (38), Rizki Nurpalah (33), Ai Yulianti (40), serta satu orang yang baru terindikasi tiga bulan terakhir, yakni anak Ai, Resa Armelia (20).
Pihak Puskesmas Karangtengah pun terus berupaya melakukan pendampingan secara intensif terhadap pasien dengan rutin memberikan obat-obatan.
Yudiansyah mengungkapkan, dari empat pasien tersebut, tiga sudah tercatat sebagai peserta dan hanya ada perbaikan nama untuk Asep Saepuloh. Sedangkan Ai Yulianti belum memiliki BPJS karena belum memiliki kartu keluarga (KK).(gil)







