Disebut Bikin Kaya dan Dapat Jodoh, Ritual ‘Celup Rezeki’ di Cianjur Viral dan Dituding Sesat, Ini Kata Padepokan

BERITACIANJUR.COM – Ritual pemandian ‘celup rezeki’ di Cianjur yang diklaim bisa mendatangkan kekayaan dan mempermudah urusan jodoh membuat warganet heboh dan muncul tudingan sesat.

Video ritual ‘celup rezeki’ yang memperlihatkan seorang pria tengah berendam di sebuah kolam viral di media sosial. Tampak juga seorang lelaki yang memegang kepala orang yang berendam tersebut sambil membacakan doa.

Narasi dalam video yang menyebutkan ritual ‘celup rezeki’ bisa mendatangkan kekayaan dan jodoh, mengundang beragam reaksi warganet. Bahkan ada yang menyebutkan ritual tersebut sesat dan musyrik.

Berdasarkan pantauan beritacianjur.com, diketahui ritual ‘celup rezeki’ itu berlokasi di Padepokan Lembah Dzikir, di Kampung Salahuni, Desa Babakan Karet, Kecamatan/Kabupaten Cianjur.

Pimpinan Padepokan Lembah Dzikir, H. Nasrudin membantah adanya praktik sesat di tempatnya. Pria yang karib disapa Kang Jimam menyebutkan, proses mandi celup yang viral merupakan riyadhoh atau proses pelatihan spiritual.

“Video yang viral di medsos itu sebenarnya merupakan proses mandi tobat. Jadi peserta atau jemaah yang saya mandikan itu sedang melakukan rangkaian riyadhoh. Kegiatannya juga bukan hanya mandi, melainkan ada beberapa hal yang wajib dilakukan berdasarkan keilmuan agama,” ujarnya saat ditemui di padepokannya belum lama ini.

Menurutnya, narasi dalam video yang menyebutkan ‘proses mandi kekayaan’ itu belum lengkap dalam segi penjelasan atau makna sebenarnya dari aktivitas tersebut.

“Kalau penjelasan lebih lengkapnya itu sebenarnya maksudnya mandi untuk menyucikan diri, mandi tobat. Bahkan intinya juga kan untuk kebersihan, kalau mandi kan jadi bisa bekerja atau usaha, bisa dapat jodoh juga kan karena kalau tidak mandi ya kucel, siapa yang mau sama orang yang jarang mandi? Kan itu sebenarnya,” jelasnya.

Aktivitas atau ajaran yang diberikan kepada para jemaah di padepokannya, sambung dia, berdasarkan referensi dari para ulama terdahulu. Artinya, seluruh ajaran yang diberikan berbasis keilmuan yang jelas dan sudah berjalan sejak 2008.

“Saya mulai dari 2008, dan dari dulu yang datang ke sini tidak ada yang merasa disesatkan, karena peserta atau jemaah yang datang ke padepokan ini, wajib menjalankan puasa tobat, mandi tobat, dan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 100.000 kali selama tiga hari,” tuturnya.

Selain mengajarkan riyadhoh atau pelatihan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, pihaknya juga memberikan berbagai pencerahan psikologis kepada para jemaah.

“Jadi yang datang ke sini itu banyak orang-orang kaya tapi kebanyakan yang sudah bangkrut dan dilatarbelakangi dengan beragam masalah di kehidupannya. Jadi ada yang stres dan tidak bersemangat menjalani hidup. Biasanya setelah kami berikan rangkaian riyadhoh dan ilmu psikologis, mereka menjadi mempunyai semangat hidup baru,” paparnya.

Bantah Tudingan Penipuan

Setelah aktivitasnya viral di medsos, tak sedikit juga sejumlah pihak yang mengira adanya tindakan penipuan di padepokannya tersebut. Jimam menekankan jika di padepokannya itu tidak memungut biaya sepeser pun, bahkan seluruh jemaah diberi makan setiap harinya selama mondok di padepokannya.

“Banyak nih yang ngira itu saya menipu orang-orang yang saya mandikan, padahal yang datang ke padepokan saya saja banyaknya orang susah, mau menipu bagaimana? Uang saja tidak punya mereka, namun tetap saya bantu karena di sini mengajarkan untuk menyucikan diri dan mendekatkan diri kepada Allah Swt,” tegasnya.

Sementara itu, salah seorang jemaah Padepokan Lembah Dzikir, warga asal Jakarta Timur yang enggan disebutkan namanya mengaku mengetahui adanya padepokan tersebut di medsos.

Menurut dia, ajaran padepokan tersebut sangat bermanfaat untuk mendapatkan cara menghadapi permasalahan hidup yang sedang dihadapinya.

“Awalnya saya tahu ada padepokan ini tuh lihat di youtube. Saya lihat memang ajarannya sangat bermanfaat dan saya baru tiga hari di sini saja sudah mulai merasa tenang, serta mengurangi beban pikiran saya akibat masalah yang lagi saya hadapi di kehidupan saya sehari-hari,” pungkasnya.(gil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *