oleh

Disnakertrans Diduga Mark Up Biaya Jasa Pengamanan dan Kebersihan

BERITACIANJUR.COM – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur diduga melakukan mark up biaya jasa pengamanan dan jasa kebersihan kantor. Sedikitnya hal tersebut terindikasi terjadi dalam 2 tahun terakhir, yakni pada 2019 dan 2020.

Dugaan tersebut dilontarkan Ketua LSM Cianjur People Movement (Cepot), Ahmad Anwar. Menurutnya, dugaan tersebut terlihat dari sejumlah kejanggalan yang terjadi, salah satunya terlihat pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadan (SIRUP) Disnakertrans Cianjur yang menyebutkan jumlah Kantor Disnakertrans ada 3 unit, yakni di BLK, Sadewata dan Rawabango.

“Padahal Kantor Disnakertrans jelas-jelas hanya ada 1 di daerah Pangeran Hidayatullah, sedangkan yang di Rawabango adalah kantor lama yang dipindah akhir tahun 2018 ke kantor di jalan Pangeran Hidayatolah, dan kantor di Sadewata adalah Kantor Unit Kerja Kantor Imigrasi Cianjur dibuka secara resmi tanggal 23 Januari 2019,” ujar pria yang karib disapa Ebes kepada beritacianjur.com, Kamis (26/11/2020).

Kejanggalan lainnya, sambung Ebes, terdapat ketidakjelasan mengenai jumlah tenaga pengamanan dan tenaga cleaning servis. Ia mengungkapkan, pada 2020 adanya kenaikan anggaran hampir 2 kali lipat untuk jasa pengamanan kantor dan jasa kebersihan kantor dari anggaran tahun 2019, sedangkan jumlah tenaga pengamanan dan tenaga cleaning servis tidak ada penambahan dan jumlah Gedung kantor juga disebutkan ada 3 unit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dan menanggapi sejumlah kejanggalan tersebut, pihaknya menduga adanya praktik mark up pada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan oleh Disnakertrans Cianjur tahun 2019 dan 2020, terutama terkait jumlah tenaga kerja dan hari kerja.

“Sudah bukan rahasia lagi kalau selama ini di lingkungan pemda diduga sering terjadi SPJ fiktif, contohnya ya lihat saja SPJ kegiatan pengadaan jasa tenaga kebersihan dan keamanan kantor di Disnakertrans Cianjur. Itu diduga kuat fiktif dan mark up,” ungkapnya.

Baca Juga  Nasib Pelajar SD di Cianjur, 15 Persennya Tak Bisa Membaca, Sebanyak 32 Ribu Alami Kesulitan Membaca

Sementara itu, menurut keterangan petugas keamanan Disnakertrans Cianjur Arif, Gedung Disnakertrans hanya satu di BLK dan jumlah petugas keamanannya hanya berjumlah 6 orang.

Terpisah, Kepala Disnakertrans Cianjur, Heri Suparjo saat dihubungi mengaku tengah berada di Kota Bandung sekitar pukul 16.00 Wib. Ia menginstruksikan agar wartawan menemui Kasubag program.(gie/dra)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *