BERITACIANJUR.COM – Misteri penemuan mayat laki-laki yang hanyut di aliran sungai di belakang Pabrik Kulit, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sinargalih, Kecamatan Cilaku, Cianjur akhirnya terungkap, Kamis (17/10/2024).
Kanit Reskrim Polsek Cilaku, Kompol Edhi Dadang mengatakan, berdasarkan dari hasil pemeriksaan di RSUD Sayang, terungkap identitas mayat laki-laki tersebut ternyata berinisial DS (78) warga asal Cianjur.
“Hasil pemeriksaan luar mayat di RSUD dan alat identifikasi wajah diperoleh bahwa jenazah berinisial DS yang beralamat di Jalan Paserean, Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cianjur,” ujar Edhi saat dikonfirmasi, Kamis (17/10/2024).
Ia mengungkapkan, DS sempat dikabarkan hilang selama dua hari setelah jasadnya ditemukan hanyut di sungai pada Rabu (16/10/2024). Walaupun pihak keluarga sebelumnya sudah berupaya mencari keberadaan almarhum.
“Iya, almarhum sudah pergi dari rumah selama dua hari, keluarganya pun sudah mencoba mencarinya, namun tak membuahkan hasil,” ungkapnya.
Edhi menjelaskan, setelah dikabarkan hilang, rupanya DS mempunyai riwayat pikun dan penyebab kematiannya diperkirakan akibat terjatuh dan tenggelam ke sungai.
Sementara saat ini, lanjutnya, pihak keluarga sudah membawa jenazah DS di RSUD Sayang setelah pemeriksaan selesai dilaksanakan.
“Diduga DS sudah pikun, sehingga diduga ia terjatuh hingga tenggelam ke dalam sungai, dan saat ini jenazah DS sudah dibawa oleh pihak keluarga,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Warga Cilaku dihebohkan dengan penemuan mayat yang hanyut di aliran sungai di belakang Pabrik Kulit, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Rabu (16/10/2024).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan mayat tersebut diduga pertama kali ditemukan oleh anak-anak, dan warga yang tengah memancing ikan di area sungai pada Rabu siang, pukul 11.45 Wib.
Salah seorang warga setempat, Dodi mengatakan, informasi tersebut akhirnya dilaporkan kepada Ketua RT setempat, namun pada saat itu pihaknya belum mengetahui pasti bahwa jasad itu merupakan mayat manusia.
“Jadi awalnya yang pertama kali melaporkan kepada Ketua RT yaitu warga yang tengah memancing, lalu informasi tersebut sampai ke saya dan pihak perusahaan pabrik,” ujar Dodi, Rabu (16/10/2024).(gil/gap)







