BERITACIANJUR.COM – Berkomitmen mendukung percepatan pengangkatan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Ketua DPRD Cianjur beraudiensi dengan Bupati Cianjur, Mochammad Wahyu Ferdian, di Pendopo Cianjur, Jumat (14/3/2025).
Metty yang ditemani ketua dan jajaran Komisi I DPRD Cianjur menegaskan, audiensi tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam mempercepat pengangkatan CASN dan PPPK di Cianjur.
Tak hanya DPRD dan Bupati Cianjur, audiensi juga dihadiri Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM, Hendrik Martin, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Ruhli Solehudin.
“Hasilnya, apa yang disampaikan Pak Bupati cukup melegakan kita semua. Selain kepada bupati, saya juga mengapresiasi BKPSDM yang telah mengirim surat permohonan perpanjangan pengajuan nomor induk pegawai (NIP). Keseriusan bupati juga terlihat ketika mempercepat jadawal audiensi ini,“ ungkapnya.
Metty menegaskan, pihaknya akan menyampaikan hasil pertemuan dan kesepakatan bersama eksekutif ini kepada PPPK di Cianjur yang sempat beberapa waktu lalu mendatangi DPRD Cianjur.
“Bagi kami, ini merupakan catatan penting untuk disampaikan kepada rekan-rekan PPPK. Beberapa solusi sudah ditemukan, sehingga mereka bisa mendapatkan pencerahan sebelum benar-benar menerima SK pengangkatan,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur, Mochammad Wahyu Ferdian, mengeklaim pihaknya akan melakukan berbagai upaya untuk mempercepat proses ini, termasuk bersurat secara resmi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB).
“Kami akan melakukan audiensi secara langsung dengan pemerintah pusat serta menyampaikan surat resmi agar penundaan pengangkatan PPPK dan CASN di Kabupaten Cianjur bisa dicabut dan kembali sesuai jadwal semula, bahkan jika memungkinkan, dipercepat,” tegasnya.
Berdasarkan surat dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) tertanggal 8 Maret 2025, sambung dia, perpanjangan pengajuan NIP masih memungkinkan hingga November 2025. Namun, pihaknya tidak akan menunggu lama dan akan segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat proses tersebut.(gil)







