Kisah Perjuangan Polisi dan Masyarakat Cianjur Melawan Pasukan Inggris di Jembatan Cisokan

BERITACIANJUR.COM – Momen peringatan Hari Juang Polri di halaman Mapolres Cianjur, Jumat (21/8/2026), mengungkap kembali fakta sejarah perjuangan 67 anggota polisi di Cianjur yang menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan bendera Merah Putih, sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia atau pada 16 Agustus 1945.

Menanggapi hal itu, Sejarawan Cianjur, Hendri Jo, menegaskan perjuangan Polri di Cianjur tak hanya terjadi pada momen pengibaran bendera Merah Putih saja, namun bersama masyarakat di Kota Santri, polisi juga terlibat dalam sejumlah pertempuran melawan penjajah dan sekutunya.

Salah satu pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan, sambung dia, ketika masyarakat Cianjur dan polisi melawan pasukan Inggris di Jembatan Cisokan pada 1946. Seperti diketahui, Jembatan Cisokan ini menjadi ciri perbatasan antara Kecamatan Ciranjang dan Sukaluyu.

“Prestasi Polri Cianjur ini bukan hanya sekadar mengibarkan bendera Merah Putih saja, tetapi Polri juga terlibat dalam beberapa pertempuran di Cianjur untuk mempertahankan kemerdekaan, salah satunya adalah ketika melawan Inggris di Jembatan Cisokan. Bahkan hari ini, tugu di Jembatan Cisokan itu mencantumkan nama Polri,” jelas Hendi saat ditemui di Mapolres Cianjur, Jumat (21/6/2026).

Menurutnya, perlawanan masyarakat Cianjur bersama kepolisian terhadap pasukan Inggris juga tercatat dalam sejarah militer Inggris. Sejarah tersebut dikisahkan dalam buku berjudul “The Battle of Ciranjang Gorge.”

“Dalam sejarah militer Inggris itu ditulis dengan bagus. Di dalam buku berjudul “The Battle of Chiranjang Gorge”, diceritakan tentang bagaimana perlawanan gila-gilaan dari masyarakat Cianjur yang di dalamnya juga ada Polri, saat melawan pasukan mereka,” ungkapnya.

Hendi menilai, peristiwa-peristiwa bersejarah ini seharusnya tidak luput dari catatan sejarah kita. “Karena fakta sejarah ini akan menimbulkan sebuah kepercayaan diri terhadap bangsa kita,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ada banyak fakta sejarah perjuangan masyarakat di Cianjur yang jarang diketahui. Salah satunya soal keberanian 67 anggota polisi di Cianjur yang menurunkan bendera Jepang dan mengibarkan bendera Merah Putih sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni pada 16 Agustus 1945.

Peristiwa bersejarah tersebut kembali diungkap dalam peringatan Hari Juang Polri di halaman Mapolres Cianjur, Jumat (21/8/2026).

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi,menilai peristiwa itu bagian penting dalam sejarah perjuangan kepolisian di Cianjur, terlebih terjadi di tengah tekanan Jepang menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

“Sejatinya pada 16 Agustus 1945, sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, di Cianjur polisi yang bertugas di kantor Polres Tjiandjoer telah berani di tengah represi yang begitu ketat dari Jepang. Para polisi itu berani menurunkan bendera Jepang lalu kemudian mengibarkan bendera Merah Putih,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, pengibaran bendera Merah Putih itu dilakukan oleh 67 anggota polisi yang bertugas di Polres Tjiandjoer pada masa itu. Menurutnya, keberanian itu kemudian turut mendorong masyarakat Cianjur untuk ikut mengibarkan bendera Merah Putih dengan menggunakan perlengkapan seadanya.

“Peristiwa ini menjadi trigger masyarakat Cianjur untuk menggunakan perlengkapan seadanya untuk dijadikan tiang mengibarkan bendera Merah Putih,” ujarnya.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan mereka, sambung dia, Polres Cianjur akan melakukan penelusuran terhadap 67 anggota polisi yang terlibat sekaligus mengupayakan pembangunan tugu.

“Kami akan melakukan dua hal. Pertama, kami akan memberikan apresiasi dan melakukan penelusuran terhadap ke-67 anggota Polres Cianjur pada waktu itu. Kedua, keinginan besar kami adalah kami buat tugu yang bertuliskan dan bertahtakan nama 67 personel Polres Tjiandjoer,” tuturnya.(zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *