BERITACIANJUR.COM – Sejumlah siswi SMP IT Pancuh Tilu Sindangbarang merekam kondisi akses jalan menuju sekolah yang rusak, berlubang dan penuh lumpur.
Hal itu membuat para siswa harus berjalan kaki menuju sekolah tanpa menggunakan alas kaki, agar sepatu mereka tetap bersih dan tidak basah.
Sesekali mereka pun tampak mencuci kakinya yang kotor ke dalam air yang menggenang di jalanan berlubang dan penuh lumpur itu.
Dalam video berdurasi 2 menit 1 detik tersebut, para siswa tampak menyapa dan memanggil nama ‘Bapak Aing’ yang bermaksud mengadu kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi agar melihat dan merespon kondisi tersebut.
Hal itu mereka lakukan bukan tanpa alasan. Pasalnya, siswa-siswi SMP IT Pancuh Tilu itu sudah mengikuti kebijakan baru Gubernur Dedi Mulyadi dengan tidak membawa kendaraan ke sekolah.
Namun mirisnya, mereka menjalankan perintah tersebut di atas jalanan yang rusak dan berlubang.
“Aduh kumaha ieu bapak aing boro-boro make motor bapak aing, sepatu ge dijingjing (Aduh gimana ini bapak aing boro-boro pake motor, sepatu aja digantung,” ujar salah satu siswi yang berada dalam video tersebut, sambil terkekeh, Kamis (8/5/2025).
Bahkan tak hanya jalanan yang rusak, mereka juga memamerkan kondisi ruangan kelas yang cukup memprihatinkan. Atap kelas yang bolong dan lantai tanpa ubin, terekam jelas dalam video tersebut.
“Tuh tinggali bapak aing, ieu sakola uing teh terus ieu ruang kelasna bapak aing (Liat ini bapak aku, ini sekolahan kita tuh, terus ini ruangan kelasnya bapak aku),” paparnya.
Mereka berharap, Gubernur Jabar dapat memberikan bantuan pada sekolah dan segera memperbaiki akses jalan menuju sekolah agar menjadi lebih baik.(gil/gap)







