BERITACIANJUR.COM – Menindaklanjuti krisisnya stok darah, Polres Cianjur dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menggencarkan program donor darah.
Hal tersebut disampaikan Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi. Menurutnya, agenda donor darah yang bertepatan dengan momen HUT Bhayangkara dilakukan untuk mengamankan stok darah di Cianjur yang tengah mengalami krisis.
Tak hanya menggerakkan anggota kepolisian, pihaknya juga mengajak para pengemudi ojek online dan pangkalan untuk turut mendonorkan darahnya.
“Dengan donor darah massal yang melibatkan masyarakat, diharapkan stok darah Cianjur bisa aman. Kegiatan ini juga untuk menyambut HUT Bhayangkara,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Meski demikian, Alexander menegaskan, program donor darah tak hanya dilakukan saat ini saja, melainkan direncanakan untuk menjadi kegiatan rutin.
Ia berharap, Polrsi bisa tersebut berkontribusi dalam berbagai hal, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan darah.
“Jadi ke depannya anggota akan diarahkan untuk donor darah secara rutin, baik digelar dalam kegiatan massal maupun ke kantor layanan UTD,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Cianjur, Ahmad Rifai, mengaku akan menginstruksikan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan kegiatan donor darah guna mengamankan stok darah.
“Menanggapi kondisi saat ini, jangan sampai stok darah minim dan masyarakat yang membutuhkan kesulitan. Makanya saya akan instruksikan setiap dinas menggelar donor darah massal. Tentu kita akan melibatkan juga masyarakat dan ini harus disosialisasikan lagi,” ucapnya.
Terpisah, Kepala UTD PMI Kabupaten Cianjur, Susilawati, menyampaikan setok darah di Cianjur mengalami penurunan sejak dua bulan terakhir bahkan kebutuhan harian tidak tercukupi.
“Stoknya memang sangat minim, untuk golongan A, B, AB, dan O stoknya masing-masing di bawah 10 labu, sedangkan untuk sebulan ini dibutuhkan sekitar 2.000 hingga 3.000 labu untuk berbagai golongan darah, sedangkan kebutuhan harian sekitar 100 labu,” jelasnya.
Salah satu yang terdampak, sambung dia, membuat kebutuhan darah untuk pasien terutama pasien talasemia tidak terpenuhi.
“Beberapa waktu lalu ada orangtua dari pasien talasemia yang nangis, bingung stok darah krisis, sedangkan pendonor dari keluarga juga tidak ada. Tapi setelah kami upayakan melalui data pendonor yang rutin, akhirnya bisa mendapatkan donor untuk pasien tersebut,” ungkapnya.
Untuk bisa segera mengamankan stok darah di Cianjur, Susi berharap pemerintah daerah atau instansi terkait segera turun tangan dan mengajak masyarakat untuk rutin donor darah.
“Untuk pasien talasemia yang rutin membutuhkan transfusi saja mencapai 600 orang, jadi kebutuhan darah kita memang cukup tinggi. Kami sangat berharap peran serta semua pihak. Karena satu tetes darah dapat menyelamatkan nyawa,” ucapnya.
Dengan partisipasi berbagai instansi dan masyarakat, sambung dia, diharapkan kebutuhan stok darah Cianjur terpenuhi. “Kami harap kesadaran untuk mendonor lebih meningkat,” pungkasnya.(gil)







