Kurangi Penggunaan LPG 3 Kg, Pemerintah Targetkan Tambah 2,5 Juta Jaringan Gas Rumah Tangga pada 2024

BERITACIANJUR.COM – Pemerintah akan menargetkan kenaikan 2,5 juta sambungan jaringan gas (jargas) rumah tangga pada 2024.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan liquefied petroleum gas (LPG), khususnya penggunaan LPG tabung gas 3 kilogram (kg).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian mengungkapkan, progres penyambungan jargas rumah tangga baru mencakup 835 ribu rumah.

Dari 835 sambungan tersebut, lanjutnya, sebanyak 594 ribu pendanaannya berasal dari pemerintah dan 241 ribu dari Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Ini menjadi perhatian pemerintah agar jaringan gas ini bisa dinaikkan pada 2024 ke angka 2,5 juta jaringan,” ujar Airlangga mengutip setkab.go.id.

Ia mengungkapkan, penggunaan LPG 3 kg menunjukkan tren peningkatan yang memicu peningkatan subsidi hingga menjadi Rp117 triliun pada 2023.

“Di 2022 kemarin (penggunaan) mencapai 7,8 juta ton, ini yang subsidi, dan yang nonsubsidi itu turun terus, jadi yang tahun kemarin sekitar 580 ribu. Nah, subsidi ini diperkirakan di tahun ini subsidinya bisa mencapai Rp117 triliun,” ungkapnya.

Terkait penambahan jargas, kata Airlangga, pemerintah tengah mengkaji kebijakan pembuatan regulasi yang memungkinkan pelibatan pihak swasta melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

“Caranya tentu mengubah perpres sehingga memungkinkan pihak swasta bisa ikut di dalam pengembangan jaringan gas kota. Nah, tentu pengembangan ini membutuhkan revisi daripada peraturan presiden, sehingga dalam peraturan presiden nanti akan ditunjuk Menteri ESDM sebagai penanggung jawab untuk kerja sama KPBU,” terangnya.

Apa Itu Jargas?

Mengutip laman esdm.go.id, bagi yang belum mengetahui jaringan gas (jargas) adalah jaringan pipa yang dibangun dan dioperasikan untuk penyediaan dan pendistribusian gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.

Hal tersebut sesuai Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Gas Bumi Melalui Jaringan Transmisi dan/atau Distribusi Gas Bumi Untuk Rumah Tangga dan Pelanggan Kecil.

Baca Juga  Besok! Presiden Jokowi akan Nyoblos di TPS 10 Kelurahan Gambir, Ini Pesannya untuk Seluruh Petugas KPPS 

Di sana dijelaskan bahwa tujuan dari program pembangunan jargas antara lain memberikan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui penghematan biaya bahan bakar, juga mewujudkan ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan, serta mengurangi beban subsidi BBM dan/atau LPG pada sektor rumah tangga.

Jargas pertama kali dibangun di Cirebon pada 1974 oleh Perusahaan Gas Negara (PGN). Sampai dengan 2018 jargas telah melayani 486.229 sambungan rumah tangga (SR) dengan panjang pipa mencapai sekitar 5.900 km. Pipa jargas dibangun dengan mayoritas APBN sebesar 67%, sisanya dibangun oleh PGN dan Pertamina.(gap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *