Masyarakatnya Ancam Demo, Ini Sejumlah Masalah yang Melanda Desa Cidamar

PBERITACIANJUR.COM – SEJUMLAH masalah seolah tak ada hentinya melanda Desa Cidamar Kecamatan Cidaun Cianjur selatan. Terbaru, masyarakat Cidamar mengancam akan berunjuk rasa jika Inspektur Daerah (Itda) Cianjur tidak menindaklanjuti dugaan tindak pidana penyelewengan anggaran Dana Desa oleh Kepala Desa Cidamar.

Seperti diketahui, jauh hari sebelum masyarakat Cidamar mendatangi Kantor Itda dan menebar ancaman akan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin (7/3/2022) lalu, Kades Cidamar membuat heboh terkait dugaan penambangan batu secara ilegal di daerah aliran Sungai Cidamar, Kecamatan Cidaun.

Batu hasil tambang ilegal tersebut diduga digunakan untuk memasok kebutuhan material proyek normalisasi/restorasi Sungai Cidamar, berupa pembuatan tembok penahan tanah (TPT) senilai Rp14.119.180.765,58 yang lokasinya tidak berdekatan dengan lokasi tambang.

Kini, masyarakat mempertanyakan kelanjutan pemeriksaan khusus oleh Itda terkait dugaan penyelewengan anggaran Desa Cidamar yang ditaksir mencapai ratusan juta.

“Ya, kami datang ke ITDA mau menanyakan hasil temuan ITDA pada saat pemeriksaan khusus. Kata orang ITDA ada temuan kerugian negara, tapi sampai saat ini kelanjutannya tidak ada,” ujar salah seorang warga Desa Cidamar, Endang, belum lama ini.

Menanggapi hal tersebut, Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Itda Cianjur, Pujo Nugroho menerangkan, persoalan dugaan penyelewengan tersebut sudah ditindaklanjuti. Kini, lanjut dia, Kepala Desa harus melakukan pengembalian dana ke rekening desa dan berkewajiban membayar pajak dengan batas waktu selama 60 hari

“Laporan hasil pemeriksaan sudah diberikan ke yang bersangkutan. Tindak lanjutnya, kades harus melakukan pengembalian dalam waktu 60 hari. Semua itu di bawah pengawasan camat. Warga juga bisa menanyakan permasalahan ini ke camat,” jelasnya saat dihubungi beritacianjur.com.

Sementara itu, Kepala Desa Cidamar, Maman Suparman membenarkan terkait pengembalian dana tersebut. “Saya dikasih waktu selama 60 hari dan sekarang baru satu bulan, saya sudah mengembalikan sebesar Rp70 juta, tinggal sedikit lagi. Soal warga, saya tahu itu lawan politik saya,” pungkasnya.(gie)

Baca Juga  Sadis! Korban Pembunuhan Berantai Wowon Ada 9 Orang, Tersebar di Bekasi, Cianjur, hingga Garut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *